PSHT Provinsi Bali Gelar Pendadaran 2019

    Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Provinsi Bali Pusat Madiun menggelar tes pendadaran (ujian) Tahun 2019

    TABANAN, BeritaDewata – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Provinsi Bali Pusat Madiun menggelar tes pendadaran (ujian) Tahun 2019, yang di pusatkan di Lapangan Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana, Minggu, 4 Juli 2019. Yang mana dalam tes ini adalah tes terakhir sebelum di sah-kan menjadi warga resmi Persaudaraan Setia Hati Terate.

    Diungkapkan, tuan rumah PSHT Kabupaten Tabanan Samingun, seluruh peserta dalam kegaiatan tes pendadaran ini ada sekitar 236 orang, yakni peserta dari perwakilan seluruh cabang kabupaten se Bali, yang nantinya akan disahkan pada 28 Sepetember 2019 di Gedung Mario, Tabanan.

    Dipilihnya Lapangan Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana, merupakan hasil dari keputusan rapat bersama se Bali, “di pilihnya tempat ini, agar warga PSHT seBali tahu, dan bisa datang secara langsung bahawa di Bali ada ada Taman Pujaan Bangsa. Selain itu tempat ini juga luas, bisa sambil menikmati suasana alam dan keadaan disini yang luar biasa indah ini,” ujarnya.

    Ia meyakini, setelah sukses acara ini, akan berdampak pada perkembangan PSHT di Bali, lebih khususnya di Tabanan, Sekian lama para siswa dapatkan ajaran pencak silat. Sebuah pendidikan untuk sehat raga, mempertebal rasa percaya dan mengenali diri. “Mereka belajar senam, jurus, kripen, senjata dan kerokhanian, dimana ada waktu untuk ujian (pendadaran) menandakan mereka cakap dan bisa lolos jadi warga PSHT,” imbuhnya.

    Khususnya di Tabanan, PSHT akan berkembang pesat, insya Alloh bakal banyak anak-anak muda yang ikut bergabung dalam Persaudaraan PSHT ini. PSHT bisa diterima masyarakat karena, ikut mendidik manusia untuk berbudi luhur, tahu benar dan salah berdsarkan Pancasila dan Undang-Unadang Dasar 1945. “Intinya PSHT itu adalah menyama Braya, atau mengutamakan Persaudaraan.” Terangnya.

    PSHT Bali H. Juworo (tengah)

    H Juworo, selaku Perwakilan Bali Pusat Madiun, mengaku gembira penuh rasa syukur dan berterima kasih, khususnya kepada masyarakat Bali, atas diterimanya PSHT di Bali ini, sehingga dalam hal ini bisa ikut berkontribusi membangun Bali, “kita ada, hadir di Bali dengan tujuan ikut berkontribusi dalm hal pendidikan, yakni mendidik manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, ini poinnya.” Tuturnya.

    “Sesuai dengan nama, dari pada lambang kita adalah Persaudaraan, jadi kita mencari saudara di Bali. Alahamdulillah banyak saudara di Bali yang ikut, yang Nasrani juga ada, jadi kita tidak membedakan, asal, pangkat derajat, suku bangsanya, kita semua bersaudara.” imbuhnya.

    Kedapan, setelah sukses di gealar acara ini, dengan bertambahnya saudara, khususnya di tahun 2019 ini, “PSHT yang saya dirikan di Bali dari tahun 1991 sampai sekarang ini, saya berharap akan semakin besar, berkembang dan memiliki nilai yang bermanfaat untuk masyarakat Bali. Saya lihat sampai sekarang ini, PSHT bisa berkembang terus di Bali, Alahamdulillah.” Tutupnya.

    PSHT Kabupaten Tabanan, Samingun (tengah)
    Sebarkan Berita ini

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here