DENPASAR, BERITADEWATA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali tengah menjadi sorotan seiring munculnya wajah baru dalam struktur kepengurusan partai. Sejumlah politisi senior dan mantan tokoh partai besar memilih bergabung ke PSI, memperkuat barisan kader muda yang selama ini menjadi identitas partai tersebut.
Fenomena ini dinilai menciptakan kolaborasi unik antara pengalaman politik para senior dengan semangat inovatif dan inklusif generasi muda. Perpaduan tersebut diyakini akan memperkuat posisi PSI Bali sebagai kekuatan politik yang lebih solid dan taktis.
Ketua DPW PSI Bali terpilih periode 2025–2030, I Wayan Suyasa, menyebut bergabungnya politisi senior merupakan bentuk kepercayaan terhadap arah baru PSI.
“PSI bukan lagi sekadar partai pelengkap. Kami ingin menghadirkan politik yang santun, cerdas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Bali,” ujar Suyasa.
Mantan politisi Partai Golkar itu menegaskan, pengalaman birokrasi dan lapangan yang dimiliki para tokoh senior akan dipadukan dengan kreativitas serta pendekatan khas anak muda PSI dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
PSI Bali, kata Suyasa, menargetkan memiliki fraksi penuh di setiap tingkatan legislatif pada Pemilu mendatang. Ia juga menyebut Bali diproyeksikan menjadi salah satu lumbung suara PSI di tingkat nasional.
“Target kami jelas, PSI Bali harus naik kelas. Kami ingin menjadi kekuatan politik utama yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakorwil dan Pelantikan PSI Bali, Komang Suarsana, menilai bergabungnya tokoh-tokoh senior menjadi bukti bahwa PSI semakin dipercaya sebagai kendaraan politik yang relevan.
“Ini bukan sekadar perpindahan politik, tetapi bagian dari konsolidasi besar. PSI Bali kini jauh lebih kuat dan siap bertarung secara sehat,” kata Komang.
Kolaborasi lintas generasi ini akan diperkenalkan secara resmi dalam Rakorwil dan pelantikan pengurus PSI se-Bali yang digelar pada 24 Januari 2026.


















































