BRI Dorong Digitalisasi UMKM, Depot Betty Manfaatkan KUR hingga QRIS

Pemilik Depot Betty, I Putu Bayu Ekayana

TABANAN, BERITA DEWATA – Bank Rakyat Indonesia terus mendorong digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai layanan perbankan.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaatnya adalah Depot Betty di Bali, yang memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan bisnis.

Pemilik Depot Betty, I Putu Bayu Ekayana, mengaku mulai mengakses pembiayaan dari BRI sejak 2014.

“Dari awal kami dibantu dari sisi modal, dan pelunasan kredit juga berjalan lancar,” ujarnya.

Selain permodalan, Depot Betty juga telah mengadopsi sistem pembayaran digital melalui QRIS, EDC, dan aplikasi BRImo.

Dengan sistem ini, seluruh transaksi tercatat otomatis sehingga memudahkan pengelolaan keuangan usaha.

“Sekarang semua pemasukan tercatat, jadi lebih mudah kontrol dan risiko kehilangan bisa ditekan,” jelasnya.

Melalui BRImo, pelaku usaha juga dapat memantau arus kas secara real-time, melakukan transfer, hingga pembayaran operasional tanpa harus datang ke bank.

Bayu mencatat, sekitar 50 persen transaksi kini sudah menggunakan metode non-tunai, didominasi generasi muda namun juga mulai digunakan oleh kelompok usia lebih tua.

“Sekarang orang tua juga sudah banyak pakai non-tunai karena praktis,” katanya.

Sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci bagi UMKM untuk bertahan di tengah dinamika pasar.

“BRI berkomitmen mendorong UMKM naik kelas melalui layanan digital, pendampingan, dan ekosistem terintegrasi,” ujarnya.

BRI menghadirkan berbagai solusi seperti BRImo, QRIS, hingga platform pemberdayaan UMKM untuk mendukung efisiensi transaksi dan perluasan pasar.

Melalui langkah tersebut, BRI optimistis UMKM dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here