DENPASAR, BERITADEWATA – Partai Golkar menanggapi tenang langkah sejumlah kadernya yang memilih melanjutkan kiprah politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali. Golkar menilai fenomena tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang lazim terjadi dalam sistem kepartaian yang terbuka.
Politisi muda Golkar Bali, Anak Agung Bagus Pratiksa Linggih atau Ajus Linggih, mengatakan perpindahan kader antarpartai bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, setiap individu memiliki kebebasan menentukan pilihan politiknya.
“Partai politik itu terbuka. Banyak tokoh nasional maupun daerah yang juga pernah berproses di Golkar sebelum berkiprah di tempat lain. Jadi itu hal yang biasa,” ujar Ajus saat ditemui di Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/1/2026).
Ajus menegaskan, keputusan mantan Ketua DPD Golkar Bali I Wayan Suyasa untuk bergabung dengan PSI sepenuhnya merupakan hak pribadi yang patut dihormati. Ia pun menilai tidak elok jika kepindahan tersebut dipersepsikan sebagai persoalan internal partai.
“Kalau soal alasan pindah, sebaiknya ditanyakan langsung ke yang bersangkutan. Kami di Golkar menghargai setiap keputusan politik kader,” ucap Ketua Komisi II DPRD Bali itu.
Ia juga memastikan bahwa sebelum sejumlah kader senior memutuskan hengkang, kondisi internal Partai Golkar Bali tetap solid dan tidak diliputi konflik. Golkar, kata Ajus, tetap fokus menjalankan agenda kepartaian dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain I Wayan Suyasa, nama Komang Suarsana juga tercatat bergabung ke PSI Bali dan dipercaya mengisi posisi strategis sebagai bendahara partai.
Ajus menambahkan, Golkar tidak membatasi kader untuk berkembang secara politik. Selama proses tersebut dijalani secara baik dan beretika, partai akan tetap menghormatinya.
“Politik itu dinamis. Yang terpenting semua pihak tetap menjaga etika dan komitmen untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.


















































