BI Bali Kembali Melauncing Digitalisasi Wisata dan UMKM Bangli Berbasis QRIS BPD Bali Mobile

BANGLI, BeritaDewata – Kepala Pewakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dalam sambutanya acara “ Digitalisasi Wisata dan UMKM Bangli Berbasis QRIS BPD Bali Mobile” Minggu, (09/08) mengatakan untuk menyambut Rencana Pembukaan Destinasi Wisata Bali kepada Wisatawan Mancanegara sebagaimana telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali pada 11 September 2020 yang akan datang, diperlukan berbagai stimulus perekonomian baik dengan kebijakan fiskal ekspansif dengan mempercepat realisasi belanja pada mata anggaran di APBN di Daerah dan APBD serta juga meningkatkan kesiapan para pelaku ekonomi di Bali untuk berdamai dengan kondisi Pandemic Covid 19.

“Denyut Kegiatan Ekonomi di Bali akan bisa pulih jika Covid 19 segera berlalu, untuk itu kami tidak bosan-bosan nya mengingatkan bahwa kebangkitan perekonomian Bali bisa terlaksana apabila tatanan kehidupan Bali era baru sesuai yang tertuang dalam SE Gubernur No.3355 dapat dilaksanakan dengan disiplin. Oleh karenannya, tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedapankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran tanpa kontak fisik secara non tunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS sebagaimana tujuan kita pada acara hari ini,” ujarnya.

Trisno menjelaskan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor termasuk di Pusat Perbelanjaan, Objek Wisata, hingga Rumah Sakit karena mendukung faktor clean, health, safety and environment sustainability (CHSE) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi. Hal ini sejalan dengan himbauan WHO (World Health Organization) yang menghimbau masyarakat agar menggunakan contactless payment.

“Hingga saat ini jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS per 31 Juli 2020 mencapai 113.737 merchant, dimana sebanyak 1.832 merchant berada di Kabupaten Karangasem dan sebanyak 1.755 merchant berada di Kabupaten Klungkung. Angka tersebut meningkat signifikan yakni sebesar 346% dibandingkan dengan awal tahun 2020. Dari angka tersebut, sebanyak 57% (64.650) merchant merupakan usaha mikro, 20% (22.751) merchant usaha kecil, 17% (18.862) merchant usaha menengah dan 6% (6.807) merchant usaha besar. Kami meyakini peningkatan penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal ini akan semakin mendorong percepatan kebangkitan perekonomian Bali,” jelasnya.

Menurut Trisno kunci keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru menuju Bali Bangkit tidak lepas dari adanya kerjasama dari semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha, tim medis dan masyarakat. Harapan kami, supaya kota dan kabupaten di Provinsi Bali lainnya dapat mengikuti jejak Kabupaten Bangli dalam menerapkan tatanan kehidupan Bali era baru meliputi digitalisasi transaksi nontunai berbasis QRIS di berbagai sektor khususnya UMKM dan pariwisata sebagai penopang perekonomian Bali.

“Sekali lagi apresiasi saya sampaikan kepada Bapak Wakil Gubernur dan Bapak Bupati Kabupaten Bangli yang telah hadir dan mendukung acara ini. Selain itu, saya juga mengapresiasi kerjasama dan koordinasi yang baik selama ini dengan Pemerintah Kabupaten Bangli, BPD Bali serta masyarakat. Saya sangat meyakini apabila kerjasama yang telah terjalin ini dapat kita terus tingkatkan, maka sebagaimana harapan Bapak Presiden Jokowi, pada triwulan III ini, ekonomi Bali akan mulai Bangkit Kembali,” tutupnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here