Pengurus Partai PDIP Ditangkap saat Pesta Narkoba di Lovina

Jajaran Satres Narkoba Polres Buleleng saat memeprtlihatkan tersangka dan barang bukti

Buleleng – Ketua Ranting Partai PDIP Kelurahan Kendran, Singaraja, Buleleng, Bali, Putu Ananta Wijaya alias Topan, 44, ditangkap Tim Buser Satres Narkoba Polres Buleleng, saat sedang pesta Narkoba diwilayah Lovina. Dinilai akan merusak citra PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2014. Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara (Genus), Antonius Sanjaya Kiabeni yang akrab disapa Anton, mendesak DPD PDIP Bali dan DPC PDIP Buleleng untuk memecat Topan dari jabatan strategis partai Ketua Ranting PDIP Kelurahan Kendran.

“Kami dari LSM Genus mendesak DPC PDIP Buleleng dan DPD untuk memecat Topan hari ini juga. Orang-orang seperti ini yang menghancurkan partai. Jangan sekali-kali diberi ruang untuk hidup di lingkaran PDIP,” tegas Anton kepada wartawan ditemui di gedung DPRD Buleleng, Senin (21/8/2017).

Untuk memastikan posisi Topan di kepengurusan PDIP di Kecamatan Buleleng, Anton menghubungi Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng Ni Kadek Turkini, SH, serta Sekretaris DPC PDIP Buleleng Gede Supriatna. Kedua petinggi PDIP itu pun secara “aklamasi” membenarkan bahwa Topan memang menjabat Ketua Ranting PDIP Kelurahan Kendran. Selain itu, Anton mempunyai alasan lain yang cukup kuat juga untuk menyingkirkan para mafia Narkoba dari lingkaran kepengurusan PDIP baik di tingkat ranting maupun kepengurusan di atasnya.

Baca Juga :  Oknum Anggota Dewan, Siapkan 6 Kamar untuk Pesta Narkoba

Kata Anton, pihaknya tegas mendesak petinggi PDIP Buleleng untuk memecat Topan karena Topan termasuk salah satu orang yang selama ini dekat dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang juga Ketua DPC PDIP Buleleng. Termasuk beberapa orang non-birokrasi yang selama ini keluar masuk rumah jabatan bupati seenaknya.

“Orang ini kan selama ini petenteng-petenteng, keluar masuk rumah jabatan bupati sesukanya. Tiap hari keluar masuk rumah jabatan Bupati. Di setiap tempat hiburan seperti kafe, orang ini selalu saja ditemukan di sana. Makanya orang ini harus dipecat, kalau tidak jangan salahkan masyarakat ikut mencurigai Bupati. Karena orang ini bersama beberapa orang bertato yang tidak jelas statusnya di pemerintah, selalu keluar masuk rumah jabatan bupati,” Tegas Anton.

Baca Juga :  Kapolres Badung, Periksa Sendiri Kuku Anggotanya

Dari informasi yang berhasil dihimpun banyak sekali teman-teman Topan yang selama ini mengaku dekat dengan “istana” yang diduga merupakan banyak anggota mafia Narkoba di Buleleng. Bahkan salah satu pentolan kelompok Topan ini sering lupa mengamankan barang haram itu dan tetap saja tersimpan di saku pakaian sehingga sering ditemukan oleh tukang laundry. Bahkan barang haram itu diduga milik pentolan ring satu “istana” itu oleh pemilik laundry sudah diberikan kepada seorang aktivis Buleleng dan sudah diserahkan kepada Polsek Kota Singaraja namun hingga saat ini pihak Polsek belum menindaklanjutinya.

Ditempat terpisah pada Selasa 22/8/2-17. Ketua PAC PDI P Buleleng, saat dihubungi melalui saluran telepon seluler, Made Kardika atau yang akrab disapa dengan Dek Ambu membenarkan jika tersangka Topan merupakan Ketua Ranting PDIP Kelurahan Kendran. Dalam sepengetahuannya, tersangka Topan mulai menduduki jabatan sebagai Ketua Ranting Kelurahan Kendran sejak 2012 lalu.

Baca Juga :  Polisi Geledah Ruangan Buronan Wakil Ketua DPRD Bali

Mengetahui rekannya itu tersangkut kasus narkoba, Dek Ambu pun mengaku akan segera melaporkan kasus ini kepada Ketua DPD PDIPP Bali, Wayan Koster. “Yang jelas kami akan usulkan dulu ke DPD agar dia (Topan) di pecat. Saya maupun dari partai sebenarnya tidak ada masalah. Kalau memang benar dia terbukti tersangkut kasus narkoba, kami sangat mendukung agar dia di proses hukum,” tegas Ambu Kardika.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here