
BULELENG, BERITA DEWATA – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan bantuan seragam kepada 503 pecalang Desa Adat Buleleng yang berasal dari 14 banjar adat. Penyerahan bantuan dilakukan bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye, Sabtu (7/2/2026), di Setra Desa Adat Buleleng.
Bantuan berupa seragam lengkap pecalang senilai Rp250 juta tersebut meliputi udeng, baju, kamen, hingga saput. Dukungan ini disalurkan melalui Perumda Kertha Bali Saguna sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pecalang yang selama ini ngayah tanpa pamrih menjaga keamanan dan ketertiban adat.
“Pecalang punya peran strategis dalam menjaga tatanan adat dan keharmonisan masyarakat Bali. Mereka sering berada di garis depan, bahkan dilibatkan pemerintah dalam situasi tertentu,” ujar Koster di hadapan para pecalang.
Koster menegaskan, bantuan seragam ini tidak berhenti di Buleleng. Pemprov Bali juga berencana memberikan seragam serupa kepada seluruh pecalang se-Bali yang jumlahnya mencapai lebih dari 20 ribu orang.
Dalam sesi dialog yang berlangsung hangat, Gubernur Koster turut menanggapi aspirasi pecalang terkait insentif desa adat. Ia mengungkapkan, Pemprov Bali telah merancang alokasi Rp50 juta per desa adat yang nantinya dikhususkan sebagai insentif bagi pecalang.
“Kami sedang menghitung kemampuan anggaran. Mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun 2027 atau paling lambat 2028, dan harus berlaku untuk seluruh desa adat se-Bali,” tegasnya.
Koster menambahkan, dana tersebut tidak boleh dialihkan untuk kebutuhan lain dan akan difokuskan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pengabdian pecalang. Namun demikian, ia meminta masyarakat adat bersabar karena pemerintah juga tengah menyelesaikan berbagai program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur.
Dalam kesempatan tersebut, Koster kembali menegaskan bahwa desa adat dan pecalang merupakan fondasi utama keberlanjutan Bali. Menurutnya, keberadaan desa adat menjadi benteng pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
“Tanpa desa adat, Bali tidak akan seperti sekarang. Ini kekuatan utama Bali yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kelian Desa Adat Buleleng menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Bali. Sejumlah pecalang juga mengaku bangga dengan seragam baru yang kini seragam secara pasikian.
“Sekarang seragam pecalang lebih rapi dan satu warna. Kami merasa lebih percaya diri saat menjalankan tugas,” ujar salah satu pecalang Banjar Adat Banjar Jawa.


















































