HUT ke-9 APITU Bali, Perkuat Profesionalisme Teknisi Pendingin Lewat Sertifikasi dan Aksi Sosial

Pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan sembilan tahun APITU Bali.

DENPASAR, BERITA DEWATA – Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU) DPD Bali memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar acara di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Sabtu (30/1/2026). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran teknisi pendingin dan tata udara dalam mendukung kebutuhan masyarakat serta industri di Bali.

Acara HUT ke-9 APITU Bali dihadiri Pembina DPP APITU H. Moch Zainul Arifin, Sekretaris DPP APITU Ngadiyanto, perwakilan DPD APITU Jawa Timur, pembina APITU Bali, jajaran pengurus dan anggota APITU Bali, serta mitra industri pendingin nasional seperti Daikin, Midea Building Technologies, Gree, Panasonic Gobel, Aqua, Hisense, Riifo, dan Daihyo.

Peringatan berlangsung meriah dengan nuansa kearifan lokal Bali. Kegiatan diawali tarian tradisional Bali, dilanjutkan seminar teknis bertema Air Dryer, dan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan sembilan tahun APITU Bali.

Ki-Ka : Sekretaris DPP APITU Ngadiyanto, Ketua APITU DPD Bali, Zachius Santoso, Pembina DPP APITU H. Moch Zainul Arifin dan Sekretaris DPD Bali,Lambertus Seran

Ketua APITU DPD Bali, Zachius Santoso, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan seluruh anggota dan mitra yang telah mendukung perjalanan organisasi. Ia menegaskan tema HUT ke-9, “9 Tahun Berkarya, Berdaya, Menuju Sejahtera”, menjadi cerminan arah perjuangan APITU Bali ke depan.

“Berkarya berarti terus memberikan kontribusi nyata, berdaya artinya memiliki kemampuan dan daya saing, dan menuju sejahtera adalah tujuan bersama agar anggota APITU semakin profesional serta sejahtera,” ujar Santoso.

Santoso menjelaskan, APITU Bali merupakan wadah profesional yang menaungi teknisi, akademisi, dosen, dan pelaku usaha di bidang pendingin dan tata udara. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama organisasi, khususnya melalui pelatihan, seminar, dan sertifikasi profesi.

“Bali sebagai daerah pariwisata membutuhkan standar layanan tinggi. Karena itu, teknisi pendingin harus profesional dan memiliki kompetensi yang diakui,” katanya.

Ia juga memaparkan rangkaian kegiatan HUT ke-9 APITU Bali yang telah dilaksanakan, termasuk bakti sosial untuk korban banjir di Karangasem. Selain itu, APITU Bali juga menggelar bakti sosial ke gereja-gereja dan panti asuhan Kristen yang disesuaikan dengan momentum hari raya umat Kristiani.

Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU) DPD Bali memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar acara di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Sabtu (30/1/2026).

“Kami ingin kehadiran APITU Bali tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam rangkaian HUT ke-9, APITU Bali juga menggelar seminar Air Dryer yang terbuka untuk umum. Seminar ini diikuti teknisi lokal Bali, anggota asosiasi lain, hingga teknisi freelance. Materi disampaikan langsung oleh Pembina DPP APITU, H. Moch Zainul Arifin, yang dikenal sebagai Master Air Dryer Indonesia dan mantan Ketua Umum APITU periode 2018–2023.

“Keahlian Air Dryer ini masih tergolong langka. Karena itu kami membuka seminar ini agar teknisi di Bali bisa meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan teknologi,” jelas Santoso.

Sekretaris DPP APITU, Ngadiyanto, yang mewakili Ketua Umum APITU, menyampaikan apresiasi atas kiprah APITU Bali selama sembilan tahun. Ia berharap APITU Bali semakin solid dan mampu menjadi salah satu DPD terbaik di Indonesia.

“Di tahun 2026, DPP APITU akan menggelar agenda nasional APITU Berbagi ke-14 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kami juga akan mengaktifkan kembali Kartu Tanda Anggota (KTA) serta sertifikasi BNSP agar manfaatnya semakin dirasakan anggota,” ujarnya.

Nuansa budaya Bali mewarnai peringatan HUT ke-9 APITU DPD Bali di Denpasar. Tarian tradisional Bali menjadi pembuka acara sebagai simbol kebersamaan, pelestarian budaya, dan semangat berkarya insan pendingin dan tata udara.

Sementara itu, Pembina DPP APITU H. Moch Zainul Arifin menilai perkembangan APITU secara nasional cukup signifikan. Ia menyebut saat ini APITU telah memiliki 32 DPD di seluruh Indonesia.

“Sekitar 90 persen anggota APITU sudah memiliki sertifikat BNSP. Sisanya merupakan anggota baru yang sedang dalam proses sertifikasi,” jelasnya.

Menurut Arifin, sertifikasi profesi menjadi jaminan kualitas dan keamanan bagi masyarakat dalam menggunakan jasa teknisi pendingin dan tata udara. Selain menjaga standar teknis, sertifikasi juga mendorong kesadaran terhadap pengelolaan refrigeran yang ramah lingkungan.

Melalui peringatan HUT ke-9 ini, APITU Bali menegaskan komitmennya untuk terus berkarya, memperkuat kebersamaan, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat Bali.

 

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here