Pasar Tradisional Galang Ayu Denpasar Bertransaksi dengan QRIS

DENPASAR, BERITADEWATA – Bank Indonesia terus menggencarkan perluasan pembayaran digital melalui penggunaan QRIS di berbagai pasar dan pusat belanja di Provinsi Bali.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menyelenggarakan peresmian ”Digitalisasi Pembayaran dan S.I.A.P (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS” di Pasar Galang Ayu, Pemogan, Kota Denpasar beberapa hari lalu.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Asisten Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta; Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, serta jajaran perangkat Desa Adat Pemogan dan perwakilan pedagang pasar.

Implementasi Program Pasar S.I.A.P QRIS merupakan salah satu upaya dalam mendorong digitalisasi pembayaran guna mendukung inklusi ekonomi dan keuangan digital, khususnya pemberdayaan ekonomi UMKM.

Baca Juga :  Inflasi Bali Maret 2022 Capai 0,91 Persen

Asisten Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta dalam sambutannya menyampaikan. UMKM akan menjadi motor penggerak dalam mengintegrasikan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Akseptasi QRIS semakin meluas utamanya didukung oleh UMKM. Saat ini, jumlah merchant QRIS secara nasional telah mencapai lebih dari 16 Juta merchant, dimana 90% di antaranya adalah pelaku usaha UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho juga menegaskan bahwa salah satu fokus implementasi QRIS dilakukan pada sektor perdagangan ritel, khususnya di pasar tradisional.

“Pasar tradisional merupakan jantung kegiatan ekonomi masyarakat yang menjadi salah satu prioritas perluasan digitalisasi karena urgensi opsi pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan handal seperti QRIS meningkat seiring dengan relaksasi pembatasan mobilitas antar manusia. Pasar Galang Ayu secara khusus dipilih dalam program S.I.A.P QRIS karena ekosistem digitalnya telah siap dan memadai, yakni meliputi penggunaan QRIS pada lebih dari 60% pedagang, kawasan kuliner, kawasan bermain anak hingga layanan parkir, semua kini sudah dilengkapi opsi pembayaran menggunakan QRIS,” ujarnya.

Baca Juga :  Daging Ayam dan Cabe Rawit Bikin Bali Deflasi

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan apresiasi atas dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Bank BPD Bali dalam penerapan kegiatan digitalisasi dan S.I.A.P QRIS di Pasar Galang Ayu yang diharapkan akan semakin mendorong roda kegiatan transaksi di pasar tradisional.

“Harapannya upaya inovatif ini dapat semakin membiasakan masyarakat di Provinsi Bali dalam pola pembayaran dan transaksi perdagangan berbasis digital,” ujarnya.

Pada acara tersebut juga dilakukan peninjauan dan experience bertransaksi langsung dengan QRIS pada beberapa pedagang di Pasar Galang Ayu.

Selain itu, sebagai komitmen untuk mendorong penggunaan QRIS, pada kesempatan tersebut Bank Indonesia juga meluncurkan program “Semarak QRIS di Pasar Galang Ayu”.

Baca Juga :  Bali Alami Deflasi 0,58 Persen di Bulan Mei

Melalui program Semarak QRIS ini, bagi pembeli dan pedagang yang bertransaksi menggunakan QRIS di Pasar Galang Ayu selama periode 1 (satu) bulan yakni mulai 9 April s.d. 9 Mei 2022, akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan berbagai hadiah berupa voucher belanja.

Program S.I.A.P QRIS di Pasar Galang Ayu merupakan kali ketiga di tahun 2022 setelah sebelumnya juga telah diimplementasikan di Pasar Banyuasri di Kabupaten Buleleng, dan Pasar Nyanggelan di Kota Denpasar.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menargetkan program S.I.A.P QRIS dapat dilaksanakan di setiap kabupaten/kota di seluruh Provinsi Bali untuk memenuhi target sebanyak 251 pasar tradisional secara nasional.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here