Pameran ‘Prints in Motion’ di Nuanu Bali, Angkat Wajah Baru Seni Cetak Kontemporer

Karya Seni di Pameran Prints in Motion

DENPASAR, BERITA DEWATA – Labyrinth Art Gallery menghadirkan pameran terbaru bertajuk Prints in Motion. Pameran ini menampilkan eksplorasi seni cetak kontemporer yang kian dinamis dan eksperimental di Bali.

Pameran Prints in Motion resmi dibuka pada 11 April 2026 di kawasan Nuanu Creative City dan akan berlangsung hingga 26 Mei 2026. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi dengan Devfto Printmaking Institute.

Sebanyak 27 seniman dari lima negara—Indonesia, Prancis, Rusia, Swiss, dan Inggris—ikut ambil bagian dalam pameran ini. Mereka menghadirkan beragam pendekatan dalam seni cetak (printmaking), mulai dari teknik klasik hingga eksplorasi lintas media.

Selama ini, printmaking kerap dipandang sekadar sebagai teknik reproduksi. Namun dalam pameran ini, medium tersebut justru ditampilkan sebagai ruang eksplorasi yang terbuka dan terus berkembang.

Berbagai teknik seperti relief, intaglio, dan litografi dipadukan dengan pendekatan eksperimental. Hal ini menunjukkan semakin cairnya batas antara praktik manual dan inovasi dalam seni kontemporer.

Gallery Director Labyrinth Art Gallery, Kelsang Dolma, mengatakan pameran ini memberi ruang bagi medium yang selama ini kurang mendapat sorotan.

“Apa yang menarik bagi kami dari pameran ini adalah kesempatan untuk memberi ruang lebih bagi medium yang sering kali terpinggirkan,” ujarnya.

Menurutnya, printmaking kini tidak hanya soal teknik, tetapi juga mencakup proses, eksperimen, hingga elemen kejutan yang penting dalam perkembangan seni.

Pameran ini juga menyoroti pentingnya praktik kolektif dalam dunia seni cetak. Studio tidak lagi sekadar menjadi ruang produksi, tetapi berkembang sebagai ruang dialog dan pertukaran ide antar seniman.

Founder Devfto Printmaking Institute, Devy Ferdianto, menekankan pentingnya ruang berkelanjutan bagi seniman untuk bereksperimen.

“Yang paling terasa bagi saya adalah pentingnya memiliki ruang bagi seniman untuk terus belajar dan bereksperimen di luar pendidikan formal,” ujarnya.

Melalui pameran ini, Labyrinth Art Gallery menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang interaksi antara seniman dan publik, sekaligus memperkaya lanskap seni dan budaya di Bali.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here