Kasus Bunuh Diri, Kembali Terjadi di Buleleng Utara

Saat jajaran Polsek Tejakula mendatangi TKP untuk memastikan kematian korban

BeritaDewata.com, Buleleng – Kasus Bunuh diri kembali dilakukan oleh seorang warga Bali Utara. Kasus gantung diri diwilayah Kecamatan Tejakula ini terjadi pada 24/5/2017 sekitar pukul 10:00 Wita di Dusun Gentuh Desa Madenan Buleleng. Bali.

Berdasarkan informasi, kasus gantung diri ini terjadi pada Rabu (24/5/2017), namun baru dilaporkan ke Mapolsek Tejakula dengan No LK/14/V/2017/Bali/Res Bll/ Sek Tjkl pada Jumat (26/5/2017). Menerima adanya laporan tersebut Kapolsek Tejakula AKP I Wayan Sartika, bersama anggota langsung mendatangi TKP ke Banjar Dinas Kawanan, Desa Madenan Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Korban Gede Seneng, Lk, (56 )th, seorang petani yang beralamat di Banjar Dinas Kawanan, Desa Madenan Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Gede Seneng di temukan sudah menggantungkan dirinya di dalam kamar dengan menggunakan sehelai Selendang warna Merah. Korban menggunakan pakian kaos warna putih yang bertuliskan “Bali Tolak Reklamasi” serta bercelana pendek Abu-abu.

Kejadian tersebut pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya Gede Refa, (30) di Plapon dengan jarak 2,35 meter dari lantai. Spontan, Gede Refa Teriak. Peristiwa itu sontak menggegerkan warga sekitar Desa Madenan pada pagi itu, karena mendrngar teriakan Refa tersebut.

Saat dikonfirmsi anak korban Gede Refa apa yang ia alami ketika melihat sang ayah sudah tergantung dan kemudian berteriak minta pertolongan kepada tetangga dekat.

Mangku Manggih dan Wayan Sukerti yang datang ke lokasi kejadian, selanjutnya berusaha menolong korban dan di turunkan. Namun kondisi korban sudah tidak bernyawa.

Peristiwa tersebut baru di laporkan ke polsek tejakula pada hari ini jumat tgl 26 .ei 2017 pkl 09.00 wita untuk dapat penangan lebit lanjut.

“Saya pertama melihat, bapak sudah tergantung di pelapon rumah dan saya kaget, lalu berteriak memanggil Pak Mangku dan Mek Sukerti untuk membantu menurunkan bapak” tutur Refa 26/5/2017.

Saat jajaran Polsek Tejakula mendatangi TKP untuk memastikan kematian korban dan mengamankan barang bukti serta mencari keterangan saksi-saksi dilapangan, sempat mendatangkan Tim Medis dan membuat Laporan Kejadian,.

Keluarga kini sudah mengiklaskan kepergian Gede Seneng dan menolak untuk dilakukan Otopsi dan kemudian langsung dibuatkan surat pernyataan dari pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim medis dari Puskesmas II Tejakula yang di pimpin dr. Ari Wirawan dan Anggotanya, korban dinyatakan murni gantung diri dan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban atau pun bekas jeratan yang sudah membiru dan dari kemaluan korban keluar air mani beserta kotoran dari duburnya.

Kapolsek Tejakula AKP I Wayan Sartika, saat dikonfirmasi pada pukul 12:00 Wita terkait kasus tersebut membenarkan kejadian itu. “Betul ada peristiwa itu, sampai saat ini masih dalam penanganan pihak Polsek Tejakula.” Pungkasnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here