Miris, Aksi Bunuh Diri di Buleleng Lima Bulan Terakhir ada Tujuh Orang

Anggota Dewan Kabupaten Buleleng, I Made Adi Purna Wijaya

BeritaDewata.com, Buleleng – Kawasan timur Kabupaten Buleleng adalah Kecamatan Tejakula, yang terdiri dari sepuluh Desa Dinas meliputi Desa Bondalem, Les, Julah, Madenan, Pacung, Penuktukan Sambirenteng, Sembiran, Tejakula, Tembok.

Kecamatan Tejakula terletak di ujung timur dari kabupaten Buleleng dan termasuk kecamatan terkecil kedua di Kabupaten Buleleng setelah kecamatan Buleleng. Dengan luas sekitar 7,15% dari wilayah Buleleng sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai nelayan karena memang kecamatan Tejakula terletak di pinggir pantai.

Kecamatan Tejakula memiliki banyak potensi objek wisata, baik wisata pantai maupun wisata daratnya. Sama seperti kecamatan-kecamatan di bali pada umumnya, juga memiliki sejarah yang dapat menjawab mengapa nama daerah tersebut dinamai daerah Tejakula.

Menurut Piagam Raja Janasadhu Warmadewa, yang memerintah tahun 975 abad  Masehi, sekarang masih  tersimpan di Desa Sembiran. Dalam piagam itu ditemukan nama Hiliran, hal ini dapat dilihat dalam prasasti tersebut lembarannya, yang berbunyi sebagai berikut;

“Kunag yan ada durbalan Sanghyang Parhyangan mependem, pancuran, pasibwan, prasada, jalan raya denan loden pahuru pangna banwu di julah, di Indrapura, Buhundalem, Hiliran, Kebeyanna, Amin Siwidhurman, Sanghyang Parhyangan ditu”.

Arti dari kata diatas sebagai berikut “Apabila ada kerusakan-kerusakan pura, kuburan, pancoran, permandian, prasada (candi), jalan raya yang ada di sebelah utara, ataupun di sebelah selatan, harus Desa Julah, Indrapura, Buhundalem dan Hiliran, berganti-ganti memperbaikinya juga mengeluarkan biaya, karena penduduk desa-desa ini semuanya memuja pura atau kahyangan”.

Namun berubahnya jaman Kecamatan Tejakula, belakangan ini sangat menghawatirkan, mirisnya, ada beberapa warganya melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri diatas pohon dan ada yang di atas pelapon rumah, dan ada juga yang minum racun serangga.

Seperti yang sudah terjadi di Desa Bondalem pada  Kamis (23/2/2017), satu keluarga yang berjumlah empat orang tewas menegak racun serangga, Kemudian Warga dusun Kanginan desa Sembiran, Nyoman Sedana Yasa (61) meninggal pada 12/5/2017 dengan cara gantung diri diatas pohon mangga, kemudian Gede Seneng (56) warga desa Madenan pada Rabu 24/5/2017, dan dua lainya warga dari Desa Les.

Maraknya kasus bunuh diri di wilayah  Kecamatan Tejakula dari data Polsek Tejakula dalam kurun waktu lima bulan  ditahun 2017, sudah  mencapai  tujuh orang. Dalam hal ini peran aktif  Pemerintah Kabupaten Buleleng sangat  diharapkan  guna mencari solusi apa yang menjadi penyebab hal itu terjadi.

Ditempat terpisah Anggota Dewan Kabupaten Buleleng I Made Adi Purna Wijaya saat dikonfirmasi terkait banyaknya kasus bunuh diri di wilayah Tejakula  juga  menyebutkan. Kemana peran aktif  pemerintah dalam permasalahan ini. Pemerintah harus lebih memperhatikan  masyarakat bawah, dan diharapkan pemerintah turun langsung mencari akar permasalahan tersebut.

Apalagi diwilayah Tejakula informasinya ada yang jadi Kadis sosial. “Kalau sampai  hal ini terjadi lagi sangat kita sayangkan, terutama yang sekarang menjadi himpitan masyarakat diduga adalah masalah ekonomi. Apalagi dalam situasi sekarang sangat sulit bagi masyarakat  dalam mencari  lapangan pekerjaan, mereka memiliki beban dan tanggung jawab harus menghidupi kelurganya,” beber Adi Purnawijaya, di Buleleng, Jumat, 26 Maret 2017.

Menurutnya, terkait permasalahan itu diharapkan pemerintah Kabupaten Buleleng  lebih banyak membuka peluang, seperti membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat kecil yang ada diwilayah Buleleng Timur. “Kami berharap pemerintah kita di Buleleng  lebih membuka lapangan pekerjaan, seperti lebih memperbanyak pasar- pasar tradisional  yang ada di wilayah sana, jangan  memperbanyak pasar moderen apalagi belakangan ini banyak pasar moderen  yang Bodong disamping itu juga  perijinanya pun bermasalah.” Imbuh Adi Purnawijaya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here