HUT ke-238 Denpasar, Jaya Negara Ajak Perkuat Harmoni dan Kolaborasi Pembangunan

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan tamu undangan lainnya dalam kesempatan pelaksanaan Apel Peringatan Hut Ke-238 Kota Denpasar, Jumat (27/2) di Lapangan Lumintang, Denpasar.

DENPASAR, BERITA DEWATA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar digelar khidmat di Lapangan Lumintang, Jumat (27/2/2026). Momentum tahunan ini tak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ajang refleksi perjalanan pembangunan sekaligus penguatan komitmen mewujudkan harmoni dan kesejahteraan bersama.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bertindak sebagai inspektur upacara dengan mengusung tema “Samasta Bhuwana Jagadhita (Harmoni Denpasar Mewujudkan Kesejahteraan Bersama)”. Upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Kota Denpasar, dilanjutkan persembahan Mars Puraddhipa Bhara Bhavana oleh Paduan Suara Gita Nayara, penghormatan lambang daerah, serta pengibaran Bendera Merah Putih.

Turut hadir Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat. Di deretan tamu VIP tampak Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Dalam kesempatan itu, Jaya Negara menyematkan Satya Lencana Karya Satya kepada ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas dedikasi aparatur dalam memberikan pelayanan publik.

Tak hanya itu, Pemkot Denpasar juga menyerahkan penghargaan Penilaian Opini Ombudsman RI terkait Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 serta penghargaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025 dengan predikat Parama Budaya. Di bidang kebudayaan, penghargaan Parama Budaya dianugerahkan kepada dua tokoh almarhum, I Made Kembar dan Drs. I Gusti Putu Rai Andayana, atas kontribusi dalam pelestarian seni dan budaya Bali.

Dalam sambutan Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan Jaya Negara, ditegaskan bahwa usia ke-238 menjadi mata rantai penting perjalanan Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang terus tumbuh sebagai kota kreatif berbasis budaya. Periode pembangunan 2025–2030 disebut sebagai fase awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125.

Jaya Negara menegaskan, arah pembangunan Kota Denpasar selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang berlandaskan nilai Tri Hita Karana dan prinsip Sad Kerthi. Sejumlah prioritas strategis menjadi perhatian, mulai dari tata kelola pemerintahan berbasis digital, pengendalian alih fungsi lahan, pengelolaan sampah berbasis sumber, penataan pariwisata berkualitas, transportasi ramah lingkungan, hingga penguatan keamanan dan ketertiban.

“Intinya arahan Gubernur Bali yang menjadi perhatian yakni masalah tata kelola pemerintahan, sampah, infrastruktur, serta ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Ia menambahkan, pada 2026 penyelesaian persoalan sampah dari sumber menjadi salah satu fokus utama, termasuk optimalisasi Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi berkelanjutan.

Menurutnya, seluruh agenda pembangunan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, desa adat, tokoh agama, akademisi, hingga dunia usaha. Semangat gotong royong dan menyama braya disebut sebagai fondasi menjaga keharmonisan alam dan kehidupan sosial di Kota Denpasar.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar. Semoga Denpasar semakin harmonis, maju, dan sejahtera,” tutupnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here