Healing Art Universe, Pameran Sherry Winata Hadirkan Seni sebagai Proses Penyembuhan di Bali International Hospital

Healing Art Universe, Pameran Sherry Winata Hadirkan Seni sebagai Proses Penyembuhan di Bali International Hospital

DENPASAR, BERITA DEWATA – G3N Project menghadirkan pameran seni bertajuk Healing Art Universe karya seniman Indonesia Sherry Winata di Bali International Hospital (BIH), Sanur. Pameran ini menjadi wujud kolaborasi seni dan kesehatan yang menempatkan karya seni sebagai bagian dari proses penyembuhan holistik.

Pameran Healing Art Universe resmi dibuka pada Selasa (16/12/2025) sore dan akan berlangsung selama lima bulan. Lokasi pameran berada di area Foyer (Exhibition) serta Auditorium Lantai 2 Bali International Hospital.

Dalam pameran ini, Sherry Winata menampilkan tujuh karya seni yang merepresentasikan perjalanan personal dan spiritual manusia, mulai dari eksplorasi alam bawah sadar, kesadaran, hingga kesadaran tertinggi. Bagi Sherry, melukis bukan sekadar aktivitas artistik, melainkan medium untuk menyampaikan pengalaman batin yang tak terwakili oleh bahasa verbal.

“Karya-karya ini lahir dari keheningan, ketika pikiran mereda dan hati serta jiwa mulai berbicara. Di ruang itu, emosi terdalam, luka, dan pencarian makna hidup bertemu,” ujar Sherry Winata.

Seniman Indonesia Sherry Winata bersama Direktur Bali International Hospital, Dr. Sheira Aurani, MPH, FISQua, saat membuka Pameran Healing Art Universe pada Selasa (16/12/2025) sore dan akan berlangsung selama lima bulan.

Melalui praktik meditasi dan perjalanan spiritual yang dijalaninya sejak 2019, Sherry memandang sisi gelap dalam diri manusia bukan sebagai sesuatu yang harus dihindari, melainkan pesan jiwa yang perlu dipahami.

“Rasa sakit, duka, kemarahan, hingga bayangan diri adalah bagian dari proses alkimia batin. Dari sana, luka dapat berubah menjadi kebijaksanaan, dan rasa sakit menjadi kekuatan,” kata Sherry.

Pemikiran psikolog Carl Jung tentang alam bawah sadar juga menjadi salah satu landasan artistik dalam karya-karyanya. Melalui permainan warna, tekstur, dan bentuk, Sherry menghadirkan emosi yang tidak terucapkan ke dalam bahasa visual.

“Karya saya adalah representasi emosi yang tidak memiliki bahasa, sekaligus peta jalan untuk kembali pada jati diri,” tuturnya.

Kedalaman visual karya Sherry Winata turut diperkuat oleh penggunaan material seperti batu permata, kristal, mineral, resin, dan lapisan bertekstur. Material tersebut tidak hanya berfungsi secara estetis, tetapi juga simbolis, merepresentasikan perjalanan batin manusia dari luka menuju kejernihan dan cahaya.

Pantulan cahaya dari material yang digunakan menghadirkan pengalaman visual yang dinamis, berubah mengikuti sudut pandang dan pencahayaan. Hal ini menjadi metafora bahwa proses penyembuhan dan kesadaran manusia bersifat terus bergerak dan berkembang.

General Manager G3N Project, Andry Ismaya Permadi, mengatakan pameran ini melanjutkan komitmen G3N Project dalam menghadirkan seni ke ruang-ruang nonkonvensional, termasuk fasilitas kesehatan.

“Melalui pameran ini, kami ingin mengajak publik melihat seni tidak hanya sebagai pengalaman visual, tetapi juga sebagai ruang refleksi, penyembuhan, dan perjalanan menuju keutuhan diri,” ujar Andry.

Menurut Andry, Bali International Hospital menjadi ruang yang tepat karena mengusung konsep penyembuhan menyeluruh yang memadukan teknologi medis modern dengan nilai-nilai estetika.

Direktur Bali International Hospital, Dr. Sheira Aurani, MPH, FISQua, mengatakan kehadiran pameran seni di lingkungan rumah sakit merupakan bagian dari komitmen BIH dalam menciptakan suasana yang menenangkan bagi pasien dan pengunjung.

“Kami ingin menghadirkan rumah sakit yang tidak terasa seperti rumah sakit. Lingkungan yang nyaman, termasuk melalui seni, dapat membantu menurunkan rasa cemas pasien terhadap penyakit yang mereka hadapi,” kata Sheira.

Menurutnya, area Lantai 2 BIH yang merupakan kawasan rawat jalan dan auditorium kerap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan publik, termasuk pameran seni dan acara edukatif.

“Kami berupaya agar program seperti ini bisa berkelanjutan. Namun, setiap penempatan karya tetap melalui proses kurasi dan melibatkan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) untuk memastikan seluruh aktivitas tetap sesuai protokol dan aman bagi pasien,” ujarnya.

Sheira menambahkan, pameran seni di BIH juga mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk tamu dan institusi pemerintah yang berkunjung.

“Area kami masih sangat luas dan ini baru menjadi salah satu langkah awal. Ke depan, peluang untuk kolaborasi serupa tentu masih sangat terbuka,” kata dia.

Pameran Healing Art Universe terbuka bagi publik dan menjadi bagian dari program arts in health Bali International Hospital, yang menempatkan seni sebagai elemen penting dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan holistik.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here