
BADUNG, BERITA DEWATA – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pentingnya penataan akses transportasi menuju dan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ia menilai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan bandara sudah menjadi persoalan struktural yang membutuhkan solusi menyeluruh.
“Ini persoalan yang sangat urgen. Kemacetan menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan pariwisata di Bali, khususnya Badung,” ujar Adi Arnawa saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan Menuju Bandara Ngurah Rai yang digelar PT Angkasa Pura di Hilton Garden Inn Bali, Jumat (26/9/2025).
Adi Arnawa menekankan perlunya terobosan transportasi publik modern. Menurutnya, pembangunan MRT atau subway merupakan opsi strategis yang bisa mempercepat mobilitas, mengurangi kepadatan kendaraan, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Flyover sulit dibangun karena keterbatasan tata ruang dan kondisi lingkungan. Karena itu, transportasi publik modern seperti subway harus jadi prioritas,” jelasnya.
Selain solusi jangka panjang, Adi Arnawa juga menyiapkan langkah konkret untuk mengurai kemacetan di titik rawan seperti Berawa, Batu Belig, Imam Bonjol, dan simpang Dewa Ruci. Pemkab Badung bahkan menyiapkan APBD untuk pelebaran jalan hingga pembongkaran fasilitas yang menghambat lalu lintas.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menilai pengelolaan akses bandara membutuhkan paradigma baru. Dengan lebih dari 21 juta pergerakan orang per tahun, Bandara Ngurah Rai harus ditangani dengan standar internasional.
“Bandara ini pintu utama pariwisata Bali. Penanganannya harus fundamental, strategis, dan berstandar internasional,” tegas Koster.
FGD ini turut dihadiri Direktur PT Angkasa Pura, Dandim 1611/Badung, Kapolres Bandara, Plt Kadis Perhubungan Bali, dan instansi terkait lainnya.

























































