Koster Minta Organisasi Adat Jadi Pemersatu, Ikut Tangani Sampah hingga Infrastruktur Bali

Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung di Puspem Badung, Minggu (12/4/2026).

BADUNG, BERITA DEWATA – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya peran organisasi adat sebagai kekuatan pemersatu sekaligus penggerak solusi berbagai persoalan di Bali, mulai dari sampah hingga pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Koster saat menghadiri Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung di Puspem Badung, Minggu (12/4/2026).

Menurut Koster, organisasi adat tidak boleh hanya menjadi wadah formal, tetapi harus mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman.

“Organisasi adat tidak hanya sebagai wadah, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman,” ujar Koster.

Ia juga mengingatkan agar organisasi berbasis kekerabatan tidak menimbulkan fragmentasi sosial di tengah masyarakat. Sebaliknya, keberadaan organisasi harus memperkuat loyalitas terhadap leluhur (kawitan) dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Bali secara luas.

“Bergabung dalam organisasi bukan untuk membentuk paksi-paksi di masyarakat, tetapi untuk memperkuat pengabdian yang berdampak bagi Bali,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Koster juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Provinsi Bali, termasuk penanganan sampah melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan akan melayani kawasan Sarbagita.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penataan kawasan suci seperti pembangunan fasilitas parkir bertingkat di Pura Ulun Danu Batur guna mengatasi kemacetan saat upacara besar, serta renovasi kawasan Pura Besakih dengan tetap menjaga pakem arsitektur tradisional Bali.

Upaya peningkatan infrastruktur juga mencakup pembangunan akses jalan menuju kawasan pura, termasuk mitigasi potensi bencana seperti longsor di wilayah perbukitan.

Koster menegaskan, keterlibatan organisasi adat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya di Bali.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here