
BADUNG, BERITA DEWATA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memastikan rencana pembangunan empat akses jalan baru untuk mengurai kemacetan di wilayah Badung sudah mulai berproses. Saat ini, tahapan pembebasan lahan pada sejumlah ruas jalan telah berjalan dan sebagian di antaranya sudah rampung.
Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat ditemui di Kantor Bupati Badung, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (7/1/2026).
“Pembebasan lahan sudah berjalan, bahkan ada beberapa trase yang sudah rampung. Selanjutnya akan berproses ke tahap tender pembangunan fisik. Astungkara, pada akhir 2026 pembangunan ini bisa diselesaikan,” ujar Adi Arnawa.
Menurutnya, percepatan pembangunan empat ruas jalan tersebut didukung melalui skema pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dengan nilai mencapai Rp 2,8 triliun. Dana tersebut diharapkan mampu mempercepat pembukaan akses jalan baru sebagai solusi kemacetan di Badung.
“Dengan dana pinjaman daerah ini, astungkara empat ruas jalan baru bisa segera dibuka untuk mengatasi kemacetan,” imbuhnya.
Adapun empat ruas jalan yang saat ini tengah berproses pembebasan lahan meliputi Trase Jalan Pecatu–Melasti, Trase Pasar Desa Adat Pecatu–Jalan Raya Uluwatu, Trase Banjar Semer–Jalan Teuku Umar Barat, serta Trase Subak Sari–Banjar Semer, Kerobokan.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan, khusus untuk trase Subak Sari–Banjar Semer, akan dilakukan pelebaran jalan guna mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Untuk trase Subak Sari–Banjar Semer di Kerobokan, itu dilakukan perluasan jalan. Trase ini sudah siap untuk pembangunan fisik dan kami harapkan bisa segera diselesaikan,” katanya.
Pemkab Badung menargetkan keempat akses jalan baru tersebut dapat berfungsi optimal pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya jangka menengah meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan di Kabupaten Badung.

























































