
DENPASAR, BERITADEWATA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) meresmikan Grha Adira di Denpasar, Selasa (2/12/2025). Gedung baru yang berlokasi di Jalan Mahendradatta tersebut menjadi kantor area untuk memperkuat koordinasi operasional di wilayah Bali–Nusa Tenggara (BNT), yang selama ini menjadi salah satu kawasan dengan potensi pertumbuhan signifikan.
Peresmian Grha Adira dihadiri jajaran Direksi Adira Finance, yakni Direktur Utama Dewa Made Susila, Direktur SDM & Marketing Swandajani Gunadi, Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Niko Kurniawan, serta Direktur Keuangan Sylvanus Gani. Para pimpinan cabang, mitra bisnis, serta perwakilan komunitas turut hadir dalam acara tersebut.
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menjelaskan bahwa peresmian Grha Adira menjadi bagian dari penguatan struktur operasional perusahaan yang memasuki usia 35 tahun.
“Peresmian Grha Adira merupakan langkah penting untuk memastikan fondasi operasional yang lebih solid dan dekat dengan masyarakat. Wilayah Bali–Nusa Tenggara memiliki potensi pertumbuhan yang besar, sehingga penguatan ekosistem layanan di kawasan ini menjadi hal strategis,” ujar Dewa.
Sebagai kantor area, Grha Adira diproyeksikan menjadi pusat koordinasi strategi penjualan dan pelayanan, sekaligus memperkuat standar operasional dan kecepatan eksekusi di lapangan. Gedung ini dilengkapi Kantor Sentra, Adira Expo, dan Corporate University.

Momentum Setelah Integrasi Mandala Finance dan AAF
Peresmian Grha Adira berlangsung setelah dua langkah strategis yang diambil perusahaan, yaitu penggabungan Mandala Finance ke dalam Adira Finance yang efektif pada 1 Oktober 2025 serta penyelesaian pengalihan portofolio Arthaasia Finance (AAF) pada 7 November 2025.
Direktur Keuangan, Sylvanus Gani, mengatakan bahwa kedua langkah tersebut memperluas cangkupan bisnis dan volume layanan Adira Finance, termasuk di wilayah BNT.
“Dengan bertambahnya jaringan dan portofolio, struktur operasional yang kuat di tingkat wilayah semakin penting. Kehadiran Grha Adira memastikan integrasi tersebut didukung oleh koordinasi yang lebih solid,” katanya.
Hingga Oktober 2025, Adira Finance memiliki 851 jaringan usaha nasional, di mana 4 persen atau 36 jaringan berada di wilayah BNT.
Kinerja Wilayah BNT Konsisten Tumbuh
Wilayah Bali–Nusa Tenggara mencatat kinerja positif hingga September 2025. Pembiayaan baru mencapai Rp 1,7 triliun, tumbuh 5 persen (year-on-year) dengan kontribusi 6 persen terhadap kinerja nasional. Sebesar 81 persen berasal dari segmen otomotif dan 19 persen dari non-otomotif.
Direktur SDM & Marketing, Swandajani Gunadi, menegaskan bahwa Adira Finance terus memperkuat orientasi layanan berbasis pelanggan.
“Customer centricity berarti menghadirkan layanan yang relevan, mudah diakses, dan konsisten. Dengan Grha Adira, kami dapat memperkuat kualitas eksekusi sekaligus meningkatkan pengembangan SDM secara terstruktur,” ujarnya.
Wilayah BNT Jadi Motor Pertumbuhan
Regional Executive Officer Wilayah BNT, Anak Agung Gede Sasmatra Putra, menyampaikan bahwa keberadaan Grha Adira menjadi penopang penting dalam penguatan struktur dan kualitas layanan di kawasan tersebut.
“Grha Adira memungkinkan kami bergerak lebih cepat, menjaga standar layanan yang optimal, serta semakin dekat dengan para sahabat Adira di seluruh wilayah BNT,” katanya.
Peresmian Grha Adira menegaskan komitmen Adira Finance dalam memperkuat layanan pembiayaan secara nasional, sekaligus menghadirkan layanan yang lebih responsif bagi pelanggan di wilayah Bali–Nusa Tenggara.
















































