
BULELENG, BERITA DEWATA – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melepas sebanyak 1.588 prajurit yang akan bertugas di satuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelepasan tersebut berlangsung di Secata Rindam IX/Udayana, Banyuning, Buleleng, Jumat (7/11/2025), sekaligus menjadi ajang pengarahan dari Pangdam kepada seluruh prajurit.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Piek Budyakto menekankan pentingnya disiplin, ketertiban, serta kepatuhan terhadap aturan di satuan masing-masing. Ia juga mengingatkan para komandan untuk terus melakukan pembinaan terhadap anggota.
“Para komandan agar tidak bosan melakukan pengecekan dan pembinaan. Bila ada pelanggaran, segera ambil langkah-langkah pembinaan secara tegas dan terukur,” tegas Pangdam.
Piek Budyakto juga mengingatkan para prajurit agar selalu menjaga semangat dan kebersamaan di mana pun bertugas. “Jaga pangkalan agar tetap rapi dan bersih. Kalian harus tetap bersemangat apapun kondisinya. Saat menjadi tentara, kalian harus siap ditempatkan di mana saja,” katanya.
Ia menambahkan, setiap prajurit wajib menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman hidup. “Kehadiran kalian di tengah masyarakat harus membawa dampak positif, menjaga persatuan, serta memperkuat kecintaan rakyat kepada TNI. Jadilah prajurit yang dicintai rakyat dan menjaga kehormatan satuan,” pesan Pangdam.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman mengatakan, pengarahan tersebut menjadi bentuk perhatian pimpinan dalam menyiapkan prajurit terbaik sebelum bertugas di satuan baru.
“Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan semangat juang dan pengabdian. Pangdam ingin memastikan seluruh prajurit siap secara fisik, mental, dan moral untuk bertugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kapendam.
Widi menambahkan, penugasan para prajurit Yonif Teritorial Pembangunan di NTB dan NTT diharapkan dapat memperkuat pembinaan teritorial, mempererat hubungan TNI dengan masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Prajurit TNI harus menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat. Di mana pun berada, mereka membawa misi membantu rakyat, memperkuat persatuan, dan menjaga kedaulatan bangsa,” tutupnya.

























































