BeritaDewata.com, Denpasar – Napi asal Peru yang kabur bernama Jose William Ortiz akhirnya berhasil ditangkap oleh tim dari Polresta Denpasar. Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo menjelaskan, awalnya Polresta Denpasar menerima surat permohonan bantuan pencarian penangkapan dari Kejari Denpasar kepada Kapolresta Denpasar nomor R 155 /P 1 10/Ep 105/2017 tanggal 17 Mei 2017 atas nama JOSE WILLIAM. Setelah menerima surat tersebut, Kapolres membentuk tim pencari secara lengkap.
“Tim merupakan gabungan dari Jatanras Polresta Denpasar, Densus 88, dan dibackup dari Subdt Jatanras Polda Riau beserta unit Jatanras Polresta Pekanbaru dipimpin oleh Kompol Melky Barata dan AKP Sulhadi. Tim yang solid itu akhirnya berhasil menangkap Napi DPO Kejaksaan Negeri Denpasar pada Rabu (24/5),” ujarnya di Denpasar, Jumat (26/5/2017).
Kapolresta Denpasar menjelaskan kronologi penangkapan Napi asal Peru tersebut. Pada hari Rabu 24 Mei 2017 sekitar jam 12.20 Wita bertempat di Lobby Hotel Darma Utama JL Sisisingamangaraj No 10 Pekanbaru Riau Ill, tim berhasil mendeteksi jika tersangka berada di hotel tersebut. Saat itu tim dari Denpasar dipimpin oleh AKP Sulhadi dan Jaksa Nyoman Bela. Tim sudah berangkat ke Jakarta pada hari Jumat 19 Mei 2017. Tim tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 23 30 Wib kemudan lanjut tim melaksanakan pemetaan menuju wilayah-wilayah Jakarta Timur sekitar Terminal Kampung Rambutan.
Saat itu diduga Jose berada di daerah Bungur Cipayung Jakarta Timur namun tidak ditemukan. Pada pukul 04.00 Wib kembali ke hotel. Pada Sabtu tanggal 20 Mei 2017 sekitar pukul 09.00 Wib, tim bertemu dan berkoordinasi dengan anggota Densus 88 terkait keberadaan tahanan kabur di wilayah Kemang Jakarta Selatan. Dari pertemuan tersebut mendapat informasi bahwa DPO Jose sudah berada di daerah Pekanbaru ke Riau. Tim langsung berangkat ke Riau.
Sampai dengan Minggu (22/5), seluruh hotel, home stay, mall, kos-kosan di Riau disisir petugas namun tidak membuahkan hasil. Pencarian dihentikan sampai jam 03.00 Wita Pada hari Senin tanggal 22 Mei sampai dengan tanggal 23 Mei 2017 tim bersama tim Polda Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru melakukan surveillance di seputaran Kota Pekanbaru karena target selalu berpindah-pindah.
Pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2017 tim gabungan kembali melanjutkan penyelidikan dan sekitar jam 12 30 Wib dilakukan penangkapan terhadap DPO Kejari Denpasar tersebut di Lobby Hotel Darma Utama Sisingamangaraja Pekan Baru Riau. Selanjutnya DPO dibawa ke Subdit Jatanras Polda Riau untuk dilakukan interograsi.
Dari hasil interogasi menunjukan, sekitar bulan Maret 2017 Jose mendapat kiriman uang dari WESTEN UNION dari keluarganya atas nama William Salazar Bargas sebesar Rp. 2.000.000 lewat saudaranya Mario, Napi Blok A Lapas Denpasar. Uang tersebut diberikan kepada Jose. Sehari sebelum sidang sekitar hari Senis 15 Mei 2017 Jose merencanakan untuk melarikan diri dengan persiapan Membawa baju Double Membawa uang Rp 1.000.000 yang disembunyikan dikantong celana Jeans hitam yang dipakai dibungkus plastik.
Pada hari Selasa, 16 Mei 2017 sekitar jam 14.00 Wita Jose menjebol trails ruang isolasi Pengadilan Negeri Denpasar dengan memakai alat bantu berupa Obeng yang dibawa dari Lapas Kerobokan dengan dbungkus plastik. Sampai di ruang isolasi PN Denpasar selanjutnya Jose masuk kamar mandi toilet dan membuka jendela tralis dengan obeng tersebut. Setelah jendela terbuka Jose lari ke arah gedung sebelah dan lari ke Jalan di Ponegoro dengan naik taxi ke Terminal Ubung Denpasar di bayar Rp. 50,000.
Sesampainya di Terminal Ubung Denpasar, Jose naik Bus jurusan Jakarta dengan membayar Rp. 350,000 di loket bus terminal Ubung, dan turun di terminal di daerah Jakarta. Tanggal 18 Mei 2017 JOSE sampai di Jakarta turun di terminal yang tidak tahu namanya dan masuk ke Warnet yang lupa namanya di sekitar terminal dan mencetak Copi Pasport berwarna an MAURICIO VARGAS VILLAANUEVA kebangsaan Republik De Chile no Passport o 30004 yang berlaku sampai dengan 10 Agustus 2018.
Setelah di Terminal Jakarta sekitar 4 jam kemudian naik bus jurusan Pekanbaru yang namanya tidak tahu dengan membayar Rp. 450,000. Sesampinya di Pekanbaru JOSE kehabisan uang dan mengontak saudaranya lagi untuk meminta kiriman uang dan selama kehabisan uang JOSE tidur di emperan toko. Tanggal 23 Mei 2017, sekitar pukul 10.00 Wib JosE mendapat kabar dari WILLIAM BARGAS bahwa uang sudah dikirim lewat WESTERN UNION pos sebesar Rp 500.000 dengan tujuan nama dan identitas palsu an MAURICIO VARGAS (Copi Pasport yang dipegang oleh JoSE dan diambil di Kantor Pos di Jl Sudirman Pekanbari Riau.
Setelah ambil uang JOSE baru mencari hotel dan cek in di Hotel DHARMA UTAMA Jl Sisingamangaraja no. 10 Pekanbaru Riau dan Cek in di Kamar 218. Selama di hotel yang bersangkutan hanya keluar cari makan di warung di sekitar hotel Dharma Utama. Pada hari Rabu, 24 Mei2017 sekitar jam 12.30 Wib setelah JOSE mencari makan JOSE ditangkap Polisi di Lobby Hotel Dharma Utama Pengakuan.
JOSE melarikan diri dari ruang sidang Pengadilan karena mendapat kabar bahwa ibunya yang bernama MARTINA masuk rumah sakit JOSE melarikan diri dan rencana akan ke Malaysia dibantu rekannya DRAGON Keb Kolombia yang dikenal lewat FB saat masih di Lapas Kerobokan) dan dikasih kontak person (dikasi nomor telpone seseorang yang berprofesi sebagai nelayan di Batam yang akan membantu menyeberangkan ke Malaysia lewat laut dan mengaku belum transaksi berapa harus membayar. Selama di Pekanbaru JOSE hanya komunikasi dengan kontak person orang yang di Batam yang dikasih nama PASE (bahasa Spanyol untuk pergi harus ada orang dalam. Namun sebelum pergi, Napi Jose sudah ditangkap petugas.