Museum Majapahit Tanah Lot, Upaya Hidupkan Kembali Kejayaan Nusantara Lewat Teknologi

Museum Majapahit Tanah Lot Hidupkan Sejarah Nusantara Lewat Teknologi Modern

TABANAN, BERITA DEWATA – Museum Majapahit Tanah Lot tidak sekadar hadir sebagai objek wisata baru di Bali, tetapi juga membawa misi besar menghidupkan kembali kejayaan peradaban Nusantara melalui pendekatan edukasi dan teknologi modern.

Direktur Utama Museum Majapahit Tanah Lot I Gusti Made Suryantha Putra atau Gung Sena menegaskan, pendirian museum ini berangkat dari panggilan sejarah dan tanggung jawab moral untuk menjaga warisan budaya bangsa.

“Ini bukan hanya soal wisata, tapi panggilan dari sejarah. Nusantara pernah menjadi bangsa besar dengan peradaban maju, dan itu harus dikenalkan kembali kepada generasi muda,” ujar Gung Sena.

Museum yang berdiri di atas lahan sekitar 1.360 meter persegi ini menyimpan beragam artefak autentik dari masa Majapahit yang didatangkan langsung dari Trowulan, Jawa Timur, mulai dari arca sakral, pusaka, hingga mata uang kuno.

Menurut Humas Museum Majapahit Tanah Lot Kadek Juliantara, seluruh koleksi telah melalui proses kurasi dan dinyatakan asli oleh kurator profesional.

“Museum ini berada di bawah naungan D Topeng Kingdom dan menjadi museum keenam. Semua koleksi sudah dikurasi dan dinyatakan autentik,” jelasnya.

Mengikuti perkembangan zaman, museum ini telah memanfaatkan teknologi augmented reality (AR) dan ke depan akan dikembangkan dengan teknologi visual 3D agar pengunjung dapat merasakan suasana kehidupan Majapahit secara lebih nyata.

Selain ruang pamer, pengelola juga merancang museum sebagai pusat kebudayaan. Salah satu rencana besar yang akan diwujudkan adalah pembangunan Singasana Majapahit sebagai ruang pengembangan budaya dan simbol akulturasi Nusantara di Bali.

“Bali adalah contoh akulturasi budaya Nusantara yang hidup hingga kini. Bisa dibilang Bali adalah museum hidup peradaban Nusantara,” kata Gung Sena.

Ke depan, kawasan museum juga akan dilengkapi dengan area UMKM yang menampilkan produk budaya bernilai historis, sehingga museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang edukasi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here