
DENPASAR, BERITA DEWATA – Gubernur Bali Wayan Koster menyebut wisatawan Eropa, termasuk wisatawan asal Inggris, dikenal relatif disiplin dan tidak banyak menimbulkan pelanggaran selama berada di Bali.
Hal itu disampaikan Koster saat menerima audiensi Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, HE Matthew Downing, di Denpasar, Jumat (30/1/2026).
“Wisatawan Inggris masuk 10 besar kunjungan ke Bali. Wisatawan Eropa umumnya sangat baik dan disiplin,” ujar Koster.
Ia memaparkan, pada 2025 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui jalur udara mencapai lebih dari 7 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali dan melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19.
Secara nasional, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada 2024 mencapai 13,9 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,5 juta atau 64 persen berkunjung ke Bali. Angka ini kembali meningkat pada 2025 dan diproyeksikan terus naik.
Meski demikian, Koster mengakui masih terdapat pelanggaran oleh sebagian wisatawan asing, seperti pelanggaran lalu lintas dan perilaku tidak pantas. Namun, Pemprov Bali bersama Imigrasi secara konsisten melakukan penindakan tegas hingga deportasi.
“Sekarang pelanggaran wisatawan asing terus menurun. Untuk wisatawan Inggris, tidak ada pelanggaran yang menonjol,” tegasnya.
Koster menyebut tantangan utama Bali saat ini meliputi kemacetan, pengelolaan sampah, dan perilaku wisatawan nakal. Pemprov Bali mulai tahun ini mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah.
Untuk persoalan sampah, Pemprov Bali tengah menyelesaikan penanganan dari hulu hingga hilir, termasuk pembangunan fasilitas waste to energy berkapasitas lebih dari 1.000 ton per hari.
“Target saya, dalam dua tahun ke depan persoalan sampah bisa diselesaikan. Pada 2030, perubahan signifikan akan terlihat,” katanya.
Koster pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Inggris dalam berbagai sektor dan berharap kerja sama tersebut terus diperluas demi pembangunan Bali berkelanjutan.



















































