Koster Dorong Program 1 Keluarga 1 Sarjana di Unud, Target Tekan Stunting dan Putus Sekolah

Diskusi publik “Sang Pewahyu Rakyat” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa di Universitas Udayana, Rabu (18/2/2026).

BADUNG, BERITA DEWATA – Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan program unggulan “1 Keluarga 1 Sarjana” sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bali.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam diskusi publik “Sang Pewahyu Rakyat” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa di Universitas Udayana, Rabu (18/2/2026).

Menurut Koster, program ini menjadi langkah strategis untuk menekan angka stunting, pengangguran, dan putus sekolah yang masih menjadi tantangan di Bali.

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan setiap keluarga memiliki minimal satu sarjana agar kualitas hidup masyarakat meningkat secara berkelanjutan.

“Anak-anak Bali harus mendapat akses pendidikan yang baik hingga perguruan tinggi agar tercipta SDM unggul,” ujarnya.

Selain itu, Koster juga menyoroti fenomena semakin langkanya anak dengan nama Nyoman dan Ketut yang berkaitan dengan menurunnya jumlah anak ketiga dan keempat dalam keluarga Bali.

Ia menilai kondisi tersebut bisa berdampak pada keberlangsungan budaya Bali ke depan jika tidak diantisipasi sejak dini.

Untuk itu, Pemprov Bali mulai mendorong kebijakan yang memberikan perhatian lebih pada kelahiran anak ketiga dan keempat, termasuk dukungan pendidikan hingga jenjang sarjana.

“Ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya sekaligus meningkatkan kualitas generasi Bali ke depan,” kata Koster.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here