Elemen Masyarakat Bali Desak Munarman untuk Ditahan

Perwakilan Pengacara Jubir GAB Agus Nahak, Sekretaris GAB Valerian Libert Wangge, bersama dua anggota lainnya yakni Agung Sudarsa, Teddy Raharjo

Beritadewata.com, Denpasar – Rombongan pengacara yang tergabung dalam Gerakan Advokat Bhineka Tunggal Ika (GAB) mendatangi Mapolda Bali, Jumat (24/3/2017). Kedatangan rombongan pengacara tersebut untuk mempertanyakan perkembangan penyidikan kasus pelecahan terhadap pecalang Bali yang dilakukan oleh Munarman, mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI). Perwakilan para pengacara tersebut mendatangi Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali. Mereka diterima langsung oleh beberapa penyidik di Ditreskrimsus Polda Bali. Perwakilan pengacara antara lain Jubir GAB Agus Nahak, Sekretaris GAB Valerian Libert Wangge, bersama dua anggota lainnya yakni Agung Sudarsa,  Teddy Raharjo.

Juru bicara GAB Agus Nahak menjelaskan, kedatangan mereka ke Polda Bali merupakan desakan dari elemen masyarakat Bali untuk mempertanyakan perkembangan penyidikan kasus pencemaran terhadap pecalang Bali yang dilakukan oleh Munarman. “Kami datang karena aspirasi dari elemen masyarakat Bali. Mereka mempertanyakan kepada kami selaku pengacara, bagaimana perkembangan kasus tersebut. Kami tidak bisa menjelaskan kepada masyarakat, sebelum mengkonfirmasi kepada penyidik tentang kasus Munarman,” ujarnya.

Baca Juga :  Turun Level Siaga, Masyarakat Radius 6-7,5 Km Dilarang Beraktivitas

Namun, kedatangan rombongan pengacara tersebut tidak bisa ditemuk oleh Direskrimsus Polda Bali Kombes Pol Kennedy. Mereka hanya ditemui para penyidik, tetapi para penyidik tidak bisa memberikan statemen karena alasan bahwa informasi satu pintu. Rombongan diarahkan ke pihak Humas Polda Bali. Namun oleh pihak Humas dikabarkan bahwa Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja juga tidak berada di tempat. “Baik Direskrimsus, Wadir, Kabid Humas, semuanya tidak berada di tempat. Para penyidik juga beralasan tidak bisa memberikan keterangan karena alasan bahwa keterangan hanya dilakukan oleh satu pintu,” ujarnya.

Menurutnya, Munarman sudah ditetapkan sebagai tersangka. Karena sudah menjadi tersangka maka publik Bali harus tahu perkembangan proses penyidikan sudah sejauh mana. “Publik harus tahu, terutama yang ada di Bali. Karena kasus ini sudah menyangkut sensifitas masyarakat Bali. Itulah sebabnya kami selaku kuasa hukum mendatangi Polda Bali untuk bertanya langsung perkembangan kasus tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Bila Melawan, Pengedar Narkoba akan Ditembak Mati

Sekretaris GAB Valerian Libert menjelaskan, ada tiga alasan yang dipakai selama ini sehingga kasusnya berlarut. “Kalau kami mengikuti perkembangan di media, mereka menggunakan tiga alasan yakni locus delicti, izin dari organisasi profesi wartawan, dan jarak yang jauh. Ini alasan yang tidak masuk akal,” ujarnya. Untuk locus delicti, bila menggunakan UU ITE, maka locusnya seluruh wilayah NKRI. Jadi dimana saja orang bisa diadili. Untuk alasan pemeriksaan tanpa izin dari organisasi profesi yang diikuti Munarman, maka hal perlu diketahui jika saat Munarman berada di Kompas TV dengan mengeluarkan pernyataan yang diduga menghina pecalang Bali, saat itu Munarma masih sebagai Jubir FPI dan bukan sedang menjalankan tugas sebagai pengacara. Sementara alasan lainnya soal jarak yang jauh, menghabiskan banyak biaya, maka sebaiknya Munarman ditahan di Bali. “Kalau alasan efektifitas, sebaiknya kita meminta agar Munarman segera ditahan di Polda Bali untuk memudahkan penyidikan. Penyidikan bisa menggunakan hak dan keyakinann untuk menahan Munarman,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Marah, Dirut Menangis Saat Pembukaan Operasional RSBM

Ia meminta kepada penyidik di Polda Bali, bila tidak bisa menjelaskan perkembangan kasus Munarman maka minimal penyidik bisa memberikan informasi melalui surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) sehingga publik merasa puas. Ia juga meminta ada tersangka lain yang sudah pernah disebutkan Polda Bali supaya segera ditindaklanjuti. “Orang yang mengupload isi video itu sudah menjadi tersangka. Tetapi kami tidak tahu perkembangannya,” ujarnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here