BWB Expo 2026 Perkuat Posisi Bali sebagai Pusat Wellness Global

KI-KA : Managing Director Melali MICE, Ketut Jaman bersama Managing Director BWB Expo, Dr. Diah Permana saat menggelar jumpa pers, Senin (2/2/2026)

DENPASAR, BERITA DEWATA – Bali terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat pengembangan industri kesehatan dan kecantikan dunia. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan The Second Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026, yang akan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Sanur Bali.

Managing Director BWB Expo, Dr. Diah Permana, mengatakan bahwa pameran ini dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri wellness dan beauty yang berdaya saing global, dengan Bali sebagai pusatnya.

“BWB Expo bukan sekadar pameran, tetapi platform kolaborasi yang menghubungkan pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan investor dalam satu ekosistem,” ujar Diah saat jumpa pers di Denpasar, Senin (2/2/2026).

Pada penyelenggaraan tahun 2026, panitia menargetkan kehadiran 150 exhibitor dan sekitar 5.000 pengunjung profesional, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada BWB Expo 2025, tercatat lebih dari 3.000 pengunjung profesional dengan partisipasi 107 merek dari dalam dan luar negeri.

Managing Director Melali MICE, Ketut Jaman, menilai penyelenggaraan BWB Expo 2026 memiliki arti strategis karena digelar di kawasan KEK The Sanur Bali yang dikembangkan sebagai destinasi wellness terpadu.

“KEK Sanur memberikan konteks yang kuat. Event seperti BWB Expo mempercepat transformasi Bali dari destinasi leisure menjadi hub MICE berbasis wellness dan kesehatan,” kata Ketut Jaman.

Menurut dia, pameran ini berpotensi menciptakan multiplier effect, mulai dari peningkatan investasi, penguatan rantai pasok industri wellness, hingga perluasan pasar bagi pelaku usaha nasional.

Data Global Wellness Institute (GWI) menunjukkan bahwa ekonomi wellness global saat ini bernilai sekitar USD 6,8 triliun dan diproyeksikan tumbuh hingga hampir USD 9 triliun pada 2029. Indonesia menjadi kontributor terbesar di Asia Tenggara dengan nilai sekitar USD 55,8 miliar.

Diah menilai tren tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih signifikan di pasar regional maupun global.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, tradisi pengobatan, dan kearifan lokal yang relevan dengan tren wellness global. BWB Expo menjadi jembatan untuk mempertemukan potensi tersebut dengan pasar,” ujarnya.

Penyelenggaraan BWB Expo 2026 telah memperoleh dukungan dari Kementerian Pariwisata, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan yang menekankan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Selain itu, promosi internasional telah dilakukan melalui berbagai forum global seperti ASEAN Travel Forum (ATF) di Filipina, Therapy World Tokyo, dan World Travel Market London.

Project Director BWB Expo, Feri Agustian Soleh, mengatakan dukungan juga datang dari berbagai kementerian lain, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UMKM, hingga Kementerian Luar Negeri.

“Kementerian Luar Negeri turut membantu promosi melalui jaringan KBRI dan KJRI, sehingga memperluas jangkauan BWB Expo ke pasar internasional,” kata Feri.

Selain pameran, BWB Expo 2026 juga menghadirkan forum diskusi, business matching, pertemuan B2B, serta program B2C yang memungkinkan interaksi langsung antara brand dan konsumen. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan keberlanjutan dan penguatan nilai tambah industri.

Melalui penyelenggaraan ini, Bali diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat industri wellness dan beauty global, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here