Bupati Klungkung: Data Semua Pengungsi yang Sewa Kamar Kos

Denpasar – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menginstruksikan kepada semua camat, kepala desa, Ketua RT/RM, untuk bekerja sama dengan para kelian banjar agar mendata semua ratusan pengungsi mandiri yang menyewa kamar-kamar kos di seluruh wilayah Klungkung. “Saya mendengar laporan banyak pengungsi mandiri yang dengan inisiatifnya sendiri meninggalkan kampung halamannya dan menyewa kamar kos di seluruh wilayah Klungkung dan sekitarnya. Saya sudah perintahkan agar seluruh camat dan kepala desa untuk mendata semua, lengkap dengan nama dan alamat, jumlah, asal dan sebagainya,” ujarnya. Sabtu (23/9).

Menurutnya, pendataan itu sangat dibutuhkan karena sekalipun mereka tinggal di kos-kosan, pemerintah tetap bertanggungjawab terhadap hidupnya. Bukan untuk membayar harga sewa kamar, tetapi minimal pemerintah memperhatikan biaya makan minum, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Hal ini sangat penting karena kondisi Gunung Agung yang sudah berstatus awas tidak diketahui kapan meletusnya, dan meletusnya sampai kapan. Semuanya tidak diketahui dengan pasti.

Baca Juga :  Persiapkan Menjadi Pelabuhan Segitiga Emas, Kemenhub RI Tinjau Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul

Data sementara jumlah pengungsi di wilayah Klungkung adalah 5697 orang. Terbanyak berada di GOR Sweca Pura. Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada mengaku, pos pengungsi Klungkung mendapatkan pengungsi dengan jumlah bayi terbanyak yakni sebanyak 39 bayi. Tantangan lainnya adalah tenaga juru bungkus nasi yang masih sangat kurang. “Kami membutuhkan sekitar 1000 orang untuk juru bungkus nasi. Kami kewalahan tenaga juru bungkus nasi. Kami membutuhkan banyak relawan,” ujarnya.

Tantangan lain adalah logistik dari Kementerian Sosial didrop di Tanah Ampo. Komunikasinya sedikit mengalami kesulitan karena harus melalui Pemda Karangasem sebagai leading sector-nya. Sementara untuk anak-anak usia sekolah mulai SD sampai SMA, sudah dikkoordinasikan untuk menempati beberapa sekolah yang ada. Kalau yang sempat bawa seragam silahkan menggunakan seragam, tetapi yang kebetulan tidak membawa seragam dipersilahkan boleh menggunakan pakaian bebas untuk sementara.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here