
BADUNG, BERITA DEWATA – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idul Fitri 2026 melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung.
Pertemuan yang digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Mangupraja Mandala pada 5 Maret 2026 tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Bagus Alit Sucipta mengapresiasi koordinasi solid TPID Badung dalam menjaga stabilitas inflasi selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga, khususnya untuk komoditas yang kerap memicu inflasi.
Menurutnya, salah satu komoditas yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah cabai yang sering menjadi penyumbang utama inflasi di daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera mencari solusi permanen agar fluktuasi harga komoditas tersebut dapat dikendalikan secara lebih efektif.
Menindaklanjuti arahan tersebut, sejumlah perangkat daerah menyiapkan langkah cepat atau quick wins untuk menstabilkan harga pangan menjelang hari besar keagamaan. Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung telah menjadwalkan pelaksanaan pasar murah menjelang Nyepi dan Idul Fitri. Sementara Dinas Pertanian dan Pangan akan menggelar Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Perum Bulog serta Perumda Mangu Giri Sedana.
Di sisi lain, Dinas Perikanan Kabupaten Badung juga akan mendistribusikan 200 paket olahan ikan pada pekan berikutnya yang sekaligus mendukung program penanganan stunting di daerah tersebut.
Ronald D. Parluhutan dalam kesempatan tersebut menyoroti peran strategis Kabupaten Badung dalam penghitungan inflasi di Provinsi Bali yang memiliki bobot mencapai 23,6 persen. Ia mengapresiasi perhatian besar pemerintah daerah dalam menjaga inflasi agar tetap berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen pada tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa secara historis inflasi di Bali menjelang hari besar keagamaan cenderung meningkat, sehingga penguatan koordinasi melalui HLM TPID menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Dalam pertemuan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan memaparkan perkembangan ekonomi daerah serta target pertumbuhan investasi Kabupaten Badung hingga 2030. Ia menyampaikan bahwa inflasi Badung pada Februari 2026 tercatat sebesar 1,04 persen secara bulanan yang dipicu peningkatan permintaan menjelang Ramadan serta kendala pasokan akibat faktor cuaca.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Badung Made Bimbo Abdi Suardika menambahkan bahwa meskipun inflasi bulanan Badung merupakan yang tertinggi di Bali, namun secara tahun kalender masih terkendali di angka 0,25 persen. Sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai menjelang Nyepi dan Idul Fitri antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan canang sari.
Selain membahas stabilisasi harga, BPS Badung juga mensosialisasikan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diharapkan dapat memperkuat basis data pembangunan daerah.
Dalam upaya menjaga ketahanan pangan, Direktur Utama Perumda Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha memaparkan skema bisnis yang mengintegrasikan petani, pelaku usaha, perbankan hingga pemerintah daerah dalam satu ekosistem ketahanan pangan.
Sejumlah langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar, penyelenggaraan pasar murah, pembukaan gerai pasar rakyat, peningkatan pengawasan distributor, serta penguatan kerja sama antar daerah dengan PT Food Station Tjipinang untuk menjamin ketersediaan stok beras.
Dukungan juga datang dari Perum Bulog. Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Eko Yudi Miranto memastikan ketersediaan sejumlah bahan pokok seperti beras, jagung, dan minyak goreng serta kesiapan Bulog dalam mendukung pelaksanaan gerakan pangan murah bersama TPID.
Melalui penguatan sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Badung, serta seluruh pemangku kepentingan, pengendalian inflasi diharapkan dapat berjalan optimal sehingga mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.




















































