Shortcut Singaraja–Mengwitani Dinilai Kunci Atasi Kemacetan dan Dukung Pariwisata Bali

Gubernur Bali Wayan Koster

BULELENG, BERITA DEWATA – Gubernur Bali Wayan Koster menilai penuntasan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani menjadi kunci penting dalam mengatasi persoalan kemacetan sekaligus menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Menurut Koster, sektor pariwisata saat ini menyumbang sekitar 66 persen terhadap perekonomian Bali. Pada tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah.

“Kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru. Justru terjadi lonjakan kunjungan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Namun demikian, tingginya aktivitas pariwisata juga memunculkan dampak lanjutan seperti kemacetan dan persoalan lingkungan. Karena itu, pembangunan infrastruktur dinilai menjadi solusi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.

“Masalah macet tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal infrastruktur jalan dan sistem transportasi,” tegas Koster.

Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menyampaikan bahwa kondisi eksisting ruas Singaraja–Mengwitani memiliki tingkat risiko tinggi dengan kelandaian mencapai 27 persen dan sekitar 140 kecelakaan per tahun.

Melalui perbaikan geometrik jalan, waktu tempuh dipangkas dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit, tingkat kelandaian diturunkan hingga maksimal 10 persen, serta jumlah tikungan berkurang signifikan.

“Manfaatnya sangat besar, mulai dari keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” kata Asep.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here