Puluhan Pencinta Kucing Bali Jadi Korban Penipuan, Kerugian Miliaran Rupiah

Puluhan Pencinta Kucing Bali Jadi Korban Penipuan, Kerugian Miliaran Rupiah

Denpasar – Ibnu Qoyyim Hatta (31) dan puluhan orang lainnya, menjadi korban penipuan dari bisnis kerja sama mengembangkan toko yang menjual pakan dan pernak-pernik mengenai kucing, sehingga mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, karena pelaku penipuan yakni Mira Lestari alias Anetta Ramhin tidak ada itikad baik dan telah kabur dari Bali sejak tanggal 24 Januari 2019 lalu,” ujar Ibnu ketika ditemui di Denpasar, Sabtu (26/1/2019).

Pria yang bekerja di hotel ini menjelaskan, kronologis terjadinya penipuan ini terjadi ketika ia berkenalan dengan Mira sejak Juni 2018 silam, pada acara pertemuan bersama sesama pencinta kucing. Beberapa saat kemudian, Mira mengajaknya bergabung dalam bisnis yang telah digelutinya, yakni menjalankan toko pakan dan pernak-pernik mengenai kucing, dengan nama Kostel Cat, beralamat di Jalan Pulau Lingga, Denpasar. Keuntungan yang dijanjikan Mira antara 20-30% dari modal yang diberikan.

“Saya setuju dengan penawaran kerja sama ini. Beberapa kali saya mentranfer uang sehingga total jumlahnya mencapai Rp 1.193.595.760. Belakangan Mira meminta suntikan modal karena mau mendirikan toko sejenis di daerah Gianyar,” kata Ibnu yang tinggal di Pemogan, Denpasar Selatan.

Baca Juga :  Pemprov Bali Sambut Baik Pemeriksaan Pendahuluan Atas Penanggulangan Covid-19 oleh BPK RI

Akan tetapi, lanjut Ibnu, betapa kagetnya saat tanggal 22 Januari 2019 mendadak Mira datang ke rumahnya sambil menangis. Mira meminta maaf karena toko di Gianyar telah tutup dan modalnya dilarikan oleh penjaga toko. Wanita itu kemudian mengatakan akan mencicil semuanya.

Ibnu lantas meminta untuk mengecek keberadaan toko di Gianyar. Tanggal 24 Januari 2019 pukul 11.00 Wita, Ibnu mengajak Mira untuk bersama-sama ke toko di Gianyar. Ketika sampai di toko di Gianyar, ternyata Mira telah menghilang begitu saja. Ketika dilacak, pada tanggal 24 Januari 2019, wanita kelahiran tahun 1983 ini ternyata telah meninggalkan Bali melalui bandar udara Ngurah Rai.

“Atas dasar hal ini, maka saya melapor ke pihak kepolisian supaya segera melacak keberadaan Mira Lestari alias alias Anetta Ramhin agar mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Baca Juga :  Ini Dia Strategi Memburu Tiket Promo di Traveloka

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Dimas yang juga menjadi korban Mira Lestari menyatakan setelah ditelusuri ternyata ada puluhan orang yang bernasib sama seperti dirinya dan Ibnu. “Nominal kerugian ya macam-macam, tapi yang nilainya besar itu Mas Ibnu dan ada satu orang lagi dari Denpasar,” kata Dimas, yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur.

Dimas menyatakan, ia sudah mengenal Mira sejak empat tahun lalu karena sama-sama bergelut di dunia yang sama, sebagai pencinta kucing ras. Selama mengenalnya, ia merasakan pada awalnya tidak ada gelagat yang mencurigakan pada wanita itu. Apalagi Mira dikena jago bicara dan berkelit, sehingga mudah untuk meluluhkan hati orang.

“Sejak awal diajak bisnis, saya sudah dijanjikan profit antara 15-18%. Biasanya saya baru mau mengucurkan modal lagi, jika modal yang sebelumnya sudah beres. Ini sudah berulang kali terjadi dan baik-baik saja. Bahkan ada beberapa orang yang menitip ke saya, agar taruh modal di Mira juga,” kata Dimas.

Baca Juga :  HUT ke-50, BPJS Kesehatan Kepwil Bali Nusra Gelar Jalan Sehat

Dia mengatakan, belakangan baru ia merasakan gelagat tidak baik karena mendadak Mira susah diajak berkomunikasi. Apalagi kemudian ia mendapati media sosialnya sudah ditutup, sehingga ada kesan Mira tengah menghilangkan jejak. Ketika menemui beberapa ke toko Kostel Cat, ia susah bertemu Mira.

Sampai kemudian, ketika kembali datang ke toko, Dimas diberi tahu oleh salah seorang kalau Mira sudah memberesi sebagian barang di toko dan pergi dengan tergesa-gesa. Firasat buruk Dimas terbukti, karena memang Mira benar-benar sudah melarikan diri.

“Ketika melacak keberadaannya, ia memang sudah pergi meninggalkan Bali. Dan ketika menelusuri catatan masa lalu, ternyata 5 tahun lalu ia pernah melakukan penipuan di Medan, yakni menawarkan investasi bisnis travel sehingga merugikan korban hingga Rp 200 juta. Setelah peristiwa di Medan, Mira kabur ke Bali dan kembali mengulangi perbuatannya. Ketika perbuatannya terbongkar, ia kembali kabur,” ucap Dimas dengan nada menyesalkan.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here