Nuanu Creative City Rilis Laporan Dampak 2025, Catat Capaian Lingkungan dan Sosial di Bali

TABANAN, BERITA DEWATA – Nuanu Creative City merilis Laporan Dampak 2025 yang menandai satu tahun penuh pertama kawasan kreatif tersebut beroperasi secara terbuka untuk publik di Bali. Laporan ini merangkum capaian Nuanu dalam pengelolaan lingkungan, investasi sosial, serta aktivitas budaya sepanjang tahun 2025.

Tahun 2025 menjadi fase penting bagi Nuanu setelah sebelumnya melalui masa pengembangan dan pengujian awal. Pada periode ini, Nuanu mulai menjalankan aktivitas harian, pengawasan publik, serta tanggung jawab operasional secara berkelanjutan sebagai kawasan kreatif seluas 44 hektare.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan laporan dampak ini menjadi alat evaluasi untuk menilai apa yang telah berjalan efektif dan apa yang masih perlu diperbaiki.

“Laporan dampak bukan untuk memberi selamat pada diri sendiri, tetapi sebagai cara membuat seluruh proses lebih terukur. Nuanu adalah tempat bereksperimen, menilai apa yang berhasil dan apa yang tidak, khususnya terkait dampak lingkungan dan sosial,” ujar Lev Kroll, Kamis (22/1/2026).

Capaian Lingkungan

Sepanjang 2025, Nuanu menerapkan pendekatan berbasis sistem dalam pengelolaan lingkungan, mulai dari mobilitas, energi, pengelolaan limbah, hingga tata guna lahan.

Penggunaan kendaraan listrik sebagai transportasi internal berhasil menghemat sekitar 39.500 liter bahan bakar per tahun dan mencegah lebih dari 43 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO₂e). Selain itu, pemanfaatan energi surya di kawasan ini menekan konsumsi listrik jaringan hingga 213.362 kWh dan menghindari sekitar 192 ton emisi CO₂e.

Di sektor pengelolaan sampah, Nuanu mencatat tingkat daur ulang mencapai 94,84 persen. Sebanyak 84,65 ton sampah berhasil didaur ulang, sementara 1.085 ton sampah organik diproses melalui sistem pengomposan dan redistribusi untuk mendukung pertanian lokal.

Upaya restorasi ekologi juga dilakukan melalui metode reforestasi Miyawaki dengan penanaman 1.015 pohon asli guna memperkuat keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem jangka panjang.

“Kami membangun fondasi data operasional sejak 2024, dan 2025 menjadi fase pendalaman. Pada 2026, fokus kami adalah memastikan sistem ini matang dan akuntabel,” kata Head of Environment Nuanu, Agastya Yatra.

Dampak Sosial

Di sisi sosial, Nuanu mengalokasikan lebih dari Rp 5,6 miliar melalui Nuanu Social Fund untuk program pendidikan, seni budaya, kesehatan, dan peningkatan mata pencaharian. Sebanyak 62,9 persen dana difokuskan pada sektor seni dan budaya sebagai penggerak partisipasi ekonomi lokal.

Program pendidikan dan pengembangan kapasitas menjangkau lebih dari 1.000 anak dan pelajar, serta 120 perempuan dan remaja perempuan. Sementara itu, program kesehatan dan kesejahteraan melibatkan lebih dari 2.200 peserta dan mencakup kegiatan donor darah serta penguatan kesehatan mental.

Nuanu juga mendukung 863 rumah tangga melalui program mata pencaharian berbasis alam, serta memberikan bantuan kesejahteraan kepada lebih dari 900 penerima manfaat. Selain itu, Nuanu turut menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak banjir di Bali dengan jangkauan hingga 1.447 komunitas.

“Pertumbuhan berbasis komunitas harus memberi dampak bersama. Kami fokus membangun kepercayaan melalui kemitraan jangka panjang dan alokasi yang transparan,” ujar Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari.

Laporan Dampak 2025 ini menjadi pijakan bagi Nuanu Creative City dalam merancang pengembangan, investasi, serta peningkatan akuntabilitas pada tahun-tahun mendatang. Laporan lengkap dapat diakses secara publik melalui laman resmi Nuanu Creative City.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here