
DENPASAR, BERITA DEWATA – Indosat Ooredoo Hutchison mengandalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menjaga kualitas jaringan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
AVP Head of Technology Region Bali Nusra Indosat Ooredoo Hutchison, Mardiono Eko Prayitno, mengatakan AI digunakan untuk memprediksi lonjakan trafik hingga tingkat BTS berdasarkan data historis lima tahun terakhir.

“Sekarang kami tidak lagi mengandalkan perhitungan manual. AI mempelajari pola trafik Nataru sebelumnya dan memprediksi kebutuhan per BTS secara lebih cepat dan akurat,” ujar Mardiono.
Teknologi ini memungkinkan jaringan melakukan optimasi otomatis, termasuk redistribusi trafik antar BTS serta pemulihan mandiri (auto-healing) jika terjadi gangguan, tanpa disadari pelanggan.
Untuk mendukung hal tersebut, Indosat menyiapkan Command Center 24 jam, tim teknis di lapangan, serta sekitar 130 titik siaga di seluruh Bali Nusra. Selain itu, empat Mobile BTS disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan trafik mendadak di kawasan wisata.
Secara keseluruhan, Indosat menyiapkan sekitar 2.700–2.800 BTS fisik di Bali Nusra dengan lebih dari 7.500 sektor pemancar. Kota Denpasar dan Badung diprediksi mengalami lonjakan trafik tertinggi selama libur akhir tahun.

Sementara itu, SVP Head of Region Bali Nusra Indosat Ooredoo Hutchison, Julandi George Fransiskus, menyebut persiapan jaringan Nataru tahun ini dibalut dalam kampanye “ANDAL – Apa Adanya, Nyata di Setiap Langkah”.
“Kami tidak mengklaim paling hebat, tapi berkomitmen menghadirkan jaringan yang stabil, tepat waktu, dan bisa diandalkan pelanggan,” ujarnya.
Menurut Julandi, saat masyarakat menikmati libur akhir tahun, Indosat memastikan jaringan tetap optimal melalui pemantauan dan pengamanan jaringan selama 24 jam penuh.























































