
KLUNGKUNG, BERITA DEWATA – Bupati Klungkung I Made Satria mendapat sambutan meriah dari warga transmigran saat menghadiri rangkaian Upacara Karya di Pura Penataran dan Pura Papak Badeng, Desa Adat Sebuluh, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (19/8).
Bupati asal Dusun Sental Kangin itu langsung dikerumuni warga untuk bersalaman hingga berfoto bersama. Antusiasme ini, kata Satria, menunjukkan kecintaan warga transmigran pada kampung halaman.
“Saya sangat mengapresiasi dan bangga. Ini menandakan semangat gotong royong, kekeluargaan, dan rasa cinta terhadap tanah leluhur masih kuat tertanam di hati warga transmigran,” ujar Bupati Satria didampingi Ny. Eva Satria.
Ia juga mengingatkan warga agar terus menjaga kekompakan dan melestarikan gotong royong dalam setiap pelaksanaan yadnya. “Dengan gotong royong, semua pekerjaan dan masalah jadi lebih ringan,” tambahnya.
Bendesa Adat Sebuluh, I Wayan Weda, menjelaskan pura penataran dan pura papak badeng diempon sekitar 190 KK di Nusa Penida, serta 2.300 KK warga transmigran yang tersebar dari Jembrana hingga Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.
Dalam upacara karya mamungkah ngenteg linggih panca rupa, panca kelud wraspati kalpa agung ini, para pengempon hanya dikenai iuran Rp 300 ribu. Puncak karya akan digelar pada rahina suci Buda Cemeng Klawu, Rabu (20/8).
Di hari yang sama, Bupati Satria dan Ny. Eva Satria juga menghadiri beberapa upacara dewa yadnya lainnya, termasuk di Pura Dalem Telaga, Desa Sekartaji, serta di Pura Merajan Mas Tunggal Desa Adat Cemlagi dan Mrajan Tangkas Kori Agung, Desa Ped.

























































