Gung Balang Pukul Korban karena Bendera Partai

AA Ketut Nengah Agung Setyawan alias Gung Balang

Denpasar, Beritadewata.com – Kasus kekerasan kembali terjadi di Denpasar. Seorang anggota Ormas besar di Bali bernama AA Ketut Nengah Agung Setyawan alias Gung Balang menganiaya tetangganya I Wayan Nurata (45). Keduanya berasal dari Banjar Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat. Aksi pemukulan tersebut membuat pelaku ditangkap dan dipasangi rantai layaknya seorang preman di Bali selama ini.

Wakapolresta Denpasar AKBP Wayan Artana menjelaskan, kasus ini berawal dari persoalan bendera sebuah partai. Kasusnya sebenarnya sudah terjadi lama. Awalnya, korban membantu tetangganya menurunkan bendera sebuah partai karena dipasang di depan rumah. Saat membantu tersebut, korban melipat dengan rapi bendera partai dan membawanya kembali ke salah satu petinggi partai di kawasan Padangsambian Denpasar Barat.

Pelaku rupanya tidak terima. Sekalipun Wakapolresta tidak menyebutkan dari partai mana, namun dari data di lapangan diketahui jika bendera yang dimaksud adalah Bendera Partai Demokrat. Pelaku rupanya tidak setuju dengan aksi korban yang menurunkan bendera partai tersebut. Hubungan keduanya mulai memanasa sejak saat itu.

Kemudian pada Sabtu (9/2), sekitar pukul 10,30 Wita, korban keluar membeli rokok dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di perempatan Banjar Pagutan, korban berbelok ke utara Jl Kebo Iwa.

“Tiba-tiba datang pelaku Gung Balang dari arah utara atau berlawanan, dan dengan sengaja mengarahkan sepeda motornya ke korban hingga menabraknya sampai korban terjatuh. Saat itu juga Gung Balang langsung memukul korban dengan kepalan tangannya ke arah wajah korban. Jumlah pukulan sebanyak 6 kali,” ujar Artana.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sobek dan memar pada rahang sebelah kiri, hingga beberapa kali dijahit. Korban juga dibuat susah mengunyah makan, kepala sering pusing dan tidak bisa bekerja sebagai buruh harian.

Setelah berobat dan menjalani perawatan, korban melaporkan ke polisi dengan nomor laporan LP/15/II/2019/Bali/Resta Dps/Sek Denbar tanggal 9 Februari 2019. Berdasarkan laporan tersebut, anggota akhirnya bergerak cepat mengamankan pelaku. Sekalipun sebagai anggota Ormas, pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditangkap petugas. Beberapa barang bukti pun ikut diamankan petugas diantaranya satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih dengan No Pol DK 6313 AAG yang digunakan untuk menabrak korban, pakaian korban yang berisikan bercak darah dan pakaian pelaku yang digunakan untuk menganiaya korban. Pelaku diancam dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman penjara paling lama 2,8 tahun. Selama proses pemeriksaan dan gelar perkaran, pelaku dirantai tangan dan kakinya sebagaimana perlakuan terhadap aksi premanisme di Bali.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here