Diduga Depresi, Gantung Diri Diatas Pohon Durian

Warga saat menolong korban

Beritadewata.com, Singaraja – Jumat, 31 Maret 2017, sekitar pukul 07: 00 wita  Warga Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Buleleng, geger menemukan seorang laki-laki tergantung diatas pohon Durian. Korban diketahui bernama, Nyoman Sukerata (49) warga Desa Sekumpul, yang diduga sedang mengalami depresi berat.

Putu Desi Widianingsih yang berniat untuk mengambil kayu bakar di belakang rumah namun sepintas ada yang mengantung di pohon durian setelah dilihat ternyata tubuh korban. Nyoman Sukerata (49) tahun, hindu  dalam posisi tergantung, posisi leher terjerat dengan menggunakan tali nilon warna biru.

Kemudian Desi  memberitahu sulandra  dan sejumlah  warga pun  berdatangan menolong Sukerata dan melepaskan jeratan tali yang melingkar dilehernya, sayang korban tak dapat diselamatkan nyawanya.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia, Asus hadirkan Laptop Gaming dengan GeForce RTX 2080

Korban Sukereta, nekat melakukan aksi gantung diri pada sebatang pohon durian dekat rumahnya, diduga karena korban mengalami depresi lantaran istri dan anak pertama meninggal dunia . Sehingga, memilih jalan singkat dengan mengakhiri hidupnya.

Korban pertama kali ditemukan tergantung,  Putu Desi Widianingsih (27) yang saat itu hendak mengambil kayu bakar di belakang rumah. Saksi Desi pun melihat ada sesosok manusia yang tergantung pada pohon durian. Sontak, Desi langsung memanggil Kadek Sulandra (27) yang kemudian dilaporkan ke Aparat Desa setempat.

Mendengar kejadian gantung diri, warga pun berbondong-bondong ke lokasi kejadian. Polisi yang tiba di lokasi, langsung melakukan evakuasi terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan hanya ada luka jeratan pada leher, kita duga korban bunuh diri.

Baca Juga :  Dukung Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas Gelar Regsosek Talk

“Ini murni bunuh diri, dari pemeriksaan medis dilakukan untuk visum yang menerangkan ditemukan bekas jeratan sampai punggung leher lebar 2 cm, panjang 38 cm dab mengalami kaku leher serta lidah terjulur,” ungkap Kapolsek Sawan, AKP. Made Derawi, seizin Kapolres Sukawijaya, ditemui dilokasi kejadian, Jumat 31 Maret 2017

Atas permintaan dari pihak keluarga korban, polisi tidak melakukan otopsi terhadap jenazah korban dan hanya melakukan visum secara luar, oleh Tim Medis dari Puskesmas II Sawan. Kini, polisi juga telah mendengarkan keterangan dari sejumlah saksi-saksi dilokasi kejadian.

 

 

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here