BTID Dukung Tradisi Buka Puasa di Kampung Bugis Serangan, Libatkan UMKM Warga

PT Bali Turtle Island Development kembali mendukung tradisi buka puasa bersama bagi warga Kampung Bugis di Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali. Kegiatan yang berlangsung di Masjid As-Syuhada Serangan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan selama bulan suci Ramadan.

DENPASAR, BERITA DEWATA – PT Bali Turtle Island Development kembali mendukung tradisi buka puasa bersama bagi warga Kampung Bugis di Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali. Kegiatan yang berlangsung di Masjid As-Syuhada Serangan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan selama bulan suci Ramadan.

Masjid As-Syuhada merupakan salah satu ikon bersejarah di Pulau Serangan yang menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Muslim setempat. Kampung Bugis sendiri dikenal sebagai permukiman muslim bersejarah yang didirikan oleh nelayan Bugis-Makassar pada abad ke-17.

Keberadaan komunitas tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang harmoni kehidupan antarumat beragama di Bali. Warga Muslim dan Hindu di kawasan Serangan telah hidup berdampingan secara damai selama berabad-abad dan kerap menunjukkan sikap toleransi, terutama saat kegiatan keagamaan maupun aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat secara bersama-sama.

Masjid As-Syuhada juga menyimpan peninggalan bersejarah berupa Al-Qur’an kuno yang diperkirakan berusia sekitar 200 tahun. Manuskrip tersebut ditulis tangan dan diyakini dibawa dari Arab Saudi oleh tokoh Islam Bugis pada masa awal penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menjaga nilai kebersamaan di tengah masyarakat, BTID kembali berkontribusi menyediakan hidangan takjil bagi jemaah masjid selama bulan Ramadan tahun ini.

Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan, Muhammad Amir, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BTID dalam berbagai kegiatan keagamaan di kampung tersebut.

Ia menyebutkan bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga pada momentum keagamaan lain seperti Iduladha maupun peringatan hari besar Islam.

Selama Ramadan, masjid menyiapkan sekitar 75 paket takjil setiap hari bagi jemaah yang berbuka puasa. Menariknya, seluruh hidangan tersebut diproduksi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari warga Kampung Bugis Desa Serangan.

Melalui skema tersebut, kegiatan berbagi takjil tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurut Amir, inisiatif ini telah mendorong semakin banyak warga untuk mengembangkan usaha kecil berbasis kuliner. Bahkan, beberapa warga yang sebelumnya belum memiliki usaha kini mulai mendaftarkan diri sebagai pelaku UMKM.

Secara terpisah, Kepala Departemen Komunikasi BTID Zefri Alfaruqy menjelaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali Special Economic Zone dalam menjaga harmoni sosial di Pulau Serangan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bentuk silaturahmi rutin perusahaan dengan masyarakat sekitar sekaligus upaya memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Melalui dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan seperti ini, BTID berharap dapat terus tumbuh berdampingan dengan masyarakat Serangan, terutama dalam menjaga nilai harmoni, toleransi, dan warisan budaya yang telah hidup di kawasan tersebut sejak lama.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here