Mulai 1 Januari 2026, Desa Wisata Penglipuran Terapkan Paket Berkunjung dengan Dua Skema Tarif

Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali

BANGLI, BERITA DEWATA – Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, resmi akan menerapkan sistem paket berkunjung bagi wisatawan mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Penglipuran meningkatkan kualitas pariwisata yang berkelanjutan serta memperkuat peran masyarakat adat dalam pengelolaan destinasi.

Kelian Desa Adat Penglipuran I Wayan Budiarta menyampaikan bahwa penerapan paket berkunjung bukan sekadar perubahan sistem tiket, melainkan pendekatan baru dalam mengelola pengalaman wisata secara lebih tertata dan bertanggung jawab.

“Melalui paket berkunjung, setiap kunjungan diharapkan tidak hanya memberi pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga berkontribusi langsung pada kelestarian lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat adat,” ujarnya.

Dua Pilihan Paket Berkunjung

Dalam skema baru ini, Desa Wisata Penglipuran menyediakan dua pilihan paket, yakni Paket Pelipur Lara 1 dan Paket Pelipur Lara 2, dengan tarif berbeda untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

Paket Pelipur Lara 1 ditetapkan dengan tarif:

  • Wisatawan mancanegara dewasa: Rp 50.000
  • Wisatawan mancanegara anak: Rp 30.000
  • Wisatawan nusantara dewasa: Rp 25.000
  • Wisatawan nusantara anak: Rp 15.000

Paket ini mencakup kunjungan ke jalan utama desa, rumah warga, serta hutan bambu Penglipuran.

Sementara itu, Paket Pelipur Lara 2 menawarkan pengalaman lebih lengkap dengan tambahan layanan pemandu lokal. Adapun tarifnya:

  • Wisatawan mancanegara dewasa: Rp 125.000
  • Wisatawan mancanegara anak: Rp 100.000
  • Wisatawan nusantara dewasa: Rp 75.000
  • Wisatawan nusantara anak: Rp 50.000

Selain akses ke jalan utama desa, rumah warga, dan hutan bambu, paket ini sudah termasuk pendampingan pemandu lokal.

Tarif Parkir Terpisah

Selain paket berkunjung, pengelola juga menetapkan tarif parkir kendaraan sebagai berikut:

  • Bus: Rp 10.000 per unit
  • Mikrobus, sedan, jeep: Rp 5.000 per unit
  • Sepeda motor: Rp 2.000 per unit

Menurut Budiarta, pendapatan dari paket berkunjung akan dikelola secara transparan dan diprioritaskan untuk peningkatan layanan wisata, pelestarian budaya dan tradisi, perawatan lingkungan desa, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kami ingin wisatawan merasa mendapat pengalaman yang utuh dan memahami bahwa sebagian biaya yang dibayarkan kembali untuk menjaga Penglipuran tetap lestari,” katanya.

Dengan sistem ini, Penglipuran berharap dapat menjaga keseimbangan antara jumlah kunjungan wisatawan dan daya dukung lingkungan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu desa wisata rujukan di Bali dan Indonesia.

 

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here