JAKARTA,BERITADEWATA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah dinamika global, sebagaimana dilaporkan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) November 2025. Kondisi ini turut menopang prospek perekonomian nasional yang solid menjelang 2026.
OJK menilai perekonomian global berada pada fase moderasi. Sejumlah indikator seperti konsumsi di Tiongkok dan stagnasi kawasan Eropa masih membayangi, sementara kebijakan moneter global bergerak menuju sikap lebih akomodatif. Di tengah situasi tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen yoy pada triwulan III-2025, disertai indeks PMI manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi.
Kinerja pasar modal domestik menunjukkan tren penguatan. IHSG menutup November 2025 di level 8.508,71 atau tumbuh 20,18 persen sepanjang tahun, dengan rekor tertinggi 8.602,13 pada 26 November 2025. Rata-rata nilai transaksi harian juga menembus rekor baru Rp23,14 triliun.
Minat investor asing meningkat dengan net buy sebesar Rp12,20 triliun, memperlihatkan optimisme terhadap pasar Indonesia.
Di sektor perbankan, kredit tumbuh 7,36 persen yoy menjadi Rp8.220,21 triliun pada Oktober 2025, didukung likuiditas dan profil risiko yang terjaga.
Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 0,68 persen, dengan rasio NPF stabil pada level 2,47 persen.
Pendapatan premi asuransi komersial tercatat Rp272,78 triliun, sementara industri asuransi umum dan reasuransi membukukan RBC 331,96 persen, jauh di atas ambang batas. Total aset dana pensiun mencapai Rp1.647 triliun.
OJK menegaskan komitmennya menjaga integritas sektor keuangan. Sepanjang 2025, Satgas PASTI menghentikan 2.263 entitas pinjol ilegal serta 354 penawaran investasi ilegal, dan memblokir lebih dari 2.422 nomor penagih ilegal.
Sistem IASC juga menerima 373.129 laporan terkait penipuan keuangan, dengan dana sebesar Rp389,3 miliar berhasil diblokir.
OJK juga menetapkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk penguatan manajemen risiko, penyempurnaan pengaturan perdagangan aset digital, serta peningkatan integritas lembaga melalui implementasi ICoFR dan strategi anti-fraud.
























































