16 Tahun “Melati”, Warga Ubung Kaja Gelar Buka Puasa Bersama dan Perkuat Silaturahmi Lintas Agama

Keluarga Besar Melati

DENPASAR, BERITA DEWATA – Kelompok warga di Jalan Nuansa Kori Barat, Banjar Tegal Kori, Ubung Kaja, Denpasar Utara, menggelar buka puasa bersama (bukber) yang dirangkai dengan peringatan 16 tahun terbentuknya komunitas Melati, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Keluarga Besar Melati itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Melati sendiri merupakan singkatan dari Menyambung Silaturahmi Tiada Henti, yang mencerminkan semangat persaudaraan tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun profesi.

Ketua sekaligus Koordinator Melati, Lutfi Hidayati di dampingi Penasehat Melati, Joko Purnomo saat menggelar buka puasa bersama, Sabtu (21/2/2026).

Ketua sekaligus Koordinator Melati, Lutfi Hidayati, mengatakan komunitas tersebut dibentuk pada 7 Juli 2010 oleh 11 warga sekitar perumahan. Hingga kini, hubungan antaranggota tetap terjalin meski sebagian berada di luar Bali.

“Melati artinya menyambung tali silaturahmi tanpa batas. Walaupun ada yang tinggal di Jakarta, Surabaya, atau Palembang, komunikasi tetap terjalin sampai sekarang,” ujar Lutfi.

Ia menegaskan, Melati berdiri di atas semangat kebhinekaan. Anggotanya terdiri dari berbagai latar belakang agama, mulai dari Islam, Hindu, hingga Kristen.

“Kami di Melati ini Bhineka Tunggal Ika. Tidak melihat suku, agama, atau profesi. Semua jadi satu. Harapan kami semoga tetap solid dan kompak dalam keadaan apa pun,” katanya.

Selain buka puasa bersama, Melati juga memiliki agenda rutin seperti kegiatan sosial, gathering, dan arisan. Tahun ini, komunitas tersebut juga berencana mengundang anak panti asuhan dalam peringatan Maulid Nabi bulan depan sebagai bagian dari kegiatan sosial.

Acara bukber kali ini juga menjadi putaran terakhir arisan kelompok yang dirangkai dalam suasana kebersamaan.

Penasehat Melati, Joko Mulyono

Penasehat Melati, Joko Mulyono, turut mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan transparansi dalam kegiatan arisan.

“Di usia ke-16 tahun ini, saya berharap anggota tetap kompak. Kalau mengadakan arisan harus sesuai aturan, jangan sampai di awal utuh lalu di putaran berikutnya berkurang. Kebersamaan harus dijaga dengan kepercayaan,” pesannya.

Momentum 16 tahun Melati menjadi bukti bahwa kebersamaan warga dapat terus terawat melalui silaturahmi yang konsisten, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman Kota Denpasar.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here