Kecelakaan, Kepala UPP Gilimanuk Meninggal Dunia

Jasad I Made Astika disemayamkan di rumah duka di dusun Munduk Desa Anturan

NEGARA – Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Gilimanuk, I Made Astika S.H pria asal Desa Anturan Kabupaten Buleleng yang sedang naik daun telibat kecelakaan lalu lintas di jalur maut wilayah Banjar Dinas Tegal Sari Desa Patas Kecamatan Gerokgak pada Jumat (03/11/2017) sekitar pukul 15.00 Wita.

Made Astika ketika itu usai bertemu dengan staf Dirjenhub pusat guna menerima buku peraturan Hukum di Kantor Syahbandar Gilimanuk sekitar pukul 11:00 wita Jumat (3/11) siang. Setelah itu Astika menemui stafnya dikantor Gilimanuk untuk berpamitan pulang kerumah di Desa Anturan Kecamatan Buleleng.

Ketika Made Astika saat pulang dari Kantor UPP Gilimanuk diseputaran jalan Desa Patas terjadi kecelakaan dengan Truk Tanki nopol P-9301-UX pengangkut material semen cair, Astika yang datang dari arah barat dengan Avansa putih DK-1264-W melaju dengan kecepatan tinggi, sesampai di jalur maut Desa Patas Astika mendahului sepeda motor saat itu juga datang dari arah timur melaju truk yang dikemudikan Hendrik Joko ((39) asal Gerajagan, Banyuwangi, hingga kecelakaan tersebut tak bisa dihindarkan.

Bagian depan mobil dinas UPP Gilimanuk yang dikemudikan Made Astika tersebut rinsek akibat kerasnya hantaman, badan Made Astika terjepit hingga warga sekitar mengevakuasinya dengan beberapa alat seperti linggis, balok dan tali guna mengeluarkan Made Astika dari dalam mobil. Lelaki baik yang sedang naik daun ini mengalami beberapa luka hingga harus dilarikan ke RSUD Singaraja untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban I Made Astika mengalami cedera di bagian kepala berat (CKB), patah pada tulang kaki kiri dan kanan, sempat mendapat pertolongan awal di RSU Shanti Graha Seririt, sebelumnya namun dirujuk ke RSU Buleleng. Kendati sudah mendapat perawatan intensif di ruang ICU, akhirnya korban meninggal dunia pada Sabtu 04/11/2017 dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.

Sebelum musibah itu terjadi, Made Astika sempat bertemu dengan tim BeritaDewata, ia sempat bercerita sedikit terjadi ribut kecil dalam rumah tangganya. Diceritakan, pada Selasa 1 November ketika itu membuat sarana upacara pamelaspas pura yang ada dirumah Astika, namun peristiwa itu bisa dilerai olehnya walaupun sang istri ketika itu pergi meninggalkan rumah yang sedang mempersiapkan upacara pemelaspas untuk tanggal 2 November yang bertepatan dengan Hari Raya Galungan.

Setelah prosesi upacara selesai ditanggal 2 November itu, Made Astika dengan muka Pucat, putih yang biasanya dilihat ceria bercerita banyak kepada tim BeritaDewata yang diundang untuk acara Syuhkuran bersama, bahwa ia sedang dalam masalah bersama sang istri kedua yang selama ini ikut mengasuh kedua anaknya walaupun itu hanya anak tiri dari istri pertama.

Made Astika sangat sedih ketika itu namun ia tetap tegar bersama keluarga dan para tenaga pembuat pelinggih Pura dirumah tersebut sore itu. Ketika usai syukuran itu ia sempat mengajak kedua anaknya yang bernama Sonia dan Gilang untuk berendam di kolam permandian mumbul Anturan sore itu. Malam harinya Made Astika berniat merujuk istrinya ke Desa Selat namun sang istri menolak rujukan dari Astika.

Hingga keesokan harinya Kepala UPP Gilimanuk I Made Astika berangkat kerja pagi hari dari rumah Desa Anturan ke Kantor Gilimanuk dengan mengemudikan mobil dinas Avansa putih, musibah ini mengisahkan tangis yang mendalam ketika sang istri mendengar kabar dari media sosial bahwa sang suami terlibat kecelakaan hebat di Desa Patas.

Diketahui, Lelaki yang sedang naik daun ini merupakan putra terbaik Desa Anturan yang pada masa kecilnya diketahui, tanpa asuhan orang tua bahkan untuk mengenyam pendidikan SD, SMP, SMA pun ia di tanggung paman dari ibunya yang bekerja di Perhubungan hingga masuk Ditlat Perhubungan. Ia pernah bertugas di seluruh daerah Bali, hingga terakhir sebelum menjadi Kepala UPP Gilimanuk Astika merupakan putra terbaik kedua se Indonesia pada test Asessmet Perhubungan di Jakarta tahun 2017 ini.

Hingga berita ini dinaikan, seluruh masyarakat Anturan dan kerabat mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepergian I Made Astika, Karena desa Adat Anturan sedang berlangsung upacara keagamaan maka jasad I Made Astika kini sedang disemayamkan di rumah duka di dusun Munduk Desa Anturan sambil menunggu prosesi upacara yang akan digelar nanti pada Jumat 10 November 2017 minggu depan. Isak tangis menyelimuti rumah duka.

Sebagai korban meninggal dunia akibat laka, pihak PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Singaraja dengan sigap menyerahkan dana santunan di rumah duka, wilayah Desa Anturan, Sabtu (04/11) siang. Dana santunan Jasa Raharja itu langsung diserahkan oleh Kepala Jasa Raharja Perwakilan Singaraja Made Astika kepada istri almarhum, disaksikan oleh Kanit Laka Satlantas Polres Buleleng Iptu Dewa Ardana dan keluarga korban.

PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Singaraja menyerahkan dana santunan di rumah duka
Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here