Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Warga Tewas dan Infrastruktur Rusak

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Warga Tewas dan Infrastruktur Rusak

JAKARTA, BERITADEWATA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4) pagi. Satu warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.

Informasi tersebut disampaikan Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung KONI di kawasan lapangan olahraga Sario, Kota Manado. Tim gabungan bersama masyarakat langsung melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan kaji cepat hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan infrastruktur juga terjadi di beberapa wilayah. Satu unit tempat ibadah dilaporkan rusak di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.

Guncangan gempa dirasakan sangat kuat di Kota Bitung dan Kota Ternate dengan durasi sekitar 10 hingga 20 detik. Kepanikan warga tak terhindarkan, banyak masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait masih melakukan monitoring, asesmen, serta koordinasi penanganan darurat di lapangan.

Tsunami di Bawah 1 Meter
Gempa tersebut juga memicu tsunami dengan ketinggian bervariasi di sejumlah wilayah. Di Halmahera Barat, tinggi gelombang tercatat 0,3 meter, Bitung 0,2 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, dan Belang 0,68 meter.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa waktu tiba gelombang bisa berbeda dan gelombang pertama tidak selalu yang terbesar. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan menjauhi wilayah pesisir.

Hasil pemantauan BMKG juga mencatat 11 gempa susulan hingga pukul 06.50 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5. Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5,5) dan pukul 06.12 WIB (M 5,2), namun tidak berpotensi tsunami.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara agar tetap tenang namun siaga. Warga diminta segera menjauhi pantai dan muara sungai serta melakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi jika merasakan gempa kuat atau menerima peringatan resmi.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk membantu kelompok rentan, menghindari bangunan rusak, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pendataan dampak gempa masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait. Informasi akan diperbarui secara berkala.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here