JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dan menyiapkan sejumlah program strategis pada 2026 sebagai bagian dari penguatan stabilitas sistem keuangan nasional.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menegaskan seluruh bank di Indonesia, baik bank umum maupun Bank Perekonomian Rakyat (BPR), merupakan peserta wajib program penjaminan LPS.
“Sejak berdiri, LPS telah menjalankan peran resolusi bank secara cepat dan efektif,” ujar Farid dalam konferensi pers, Kamis (22/1/2026).
Hingga kini, LPS telah melakukan resolusi melalui likuidasi terhadap 1 bank umum, 130 BPR, dan 16 BPRS, serta penempatan modal sementara pada 1 bank umum dan konversi modal (bail-in) pada 1 BPR.
Farid menyebut proses pembayaran klaim penjaminan juga semakin cepat. Saat ini, rata-rata pembayaran klaim pertama kepada nasabah dilakukan dalam waktu 5 hari kerja sejak izin usaha bank dicabut, jauh lebih singkat dibandingkan lima tahun lalu yang mencapai 14 hari kerja.
Dari sisi keuangan, neraca LPS menunjukkan pertumbuhan signifikan. Total aset LPS pada 2025 meningkat 13,6 persen menjadi Rp276,2 triliun (unaudited). LPS juga mencatatkan surplus sebesar Rp33,8 triliun, naik 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Cadangan Penjaminan LPS turut meningkat menjadi Rp213,4 triliun.
LPS juga berkontribusi langsung terhadap perekonomian nasional, antara lain melalui pembayaran pajak sebesar Rp3 triliun sepanjang 2025 serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp51,4 triliun. Selain itu, melalui program LPS Peduli, lembaga ini menyalurkan bantuan tanggap bencana senilai Rp1,4 miliar.
Memasuki 2026, LPS menyiapkan sejumlah program strategis, termasuk akselerasi persiapan program penjaminan polis asuransi yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027, penguatan program IT BPR, serta peningkatan literasi keuangan untuk menekan angka masyarakat unbanked.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan 2026 menjadi momentum penting bagi transformasi LPS.
“Tahun 2026 merupakan the Great Leap bagi LPS. Kami akan memaksimalkan seluruh sumber daya untuk menjadi lembaga resolusi yang terdepan dan terpercaya di kawasan regional,” tegas Anggito.





















































