BULELENG, BERITA DEWATA – Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan pembangunan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani dapat dituntaskan hingga Titik 12 sebelum akhir masa jabatannya pada 20 Februari 2030.
Hal tersebut disampaikan Koster saat menghadiri upacara ngeruak dan ground breaking pembangunan Shortcut Titik 9 dan 10 di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (7/1/2026).
Ia mengungkapkan bahwa percepatan proyek ini telah menjadi perhatian utama sejak awal periode keduanya sebagai gubernur. Bahkan, dalam hitungan minggu setelah pelantikan, Koster langsung berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan keberlanjutan proyek.
“Target saya jelas, minimal shortcut ini tuntas sampai Titik 12 sebelum masa jabatan saya berakhir,” tegasnya.
Koster menjelaskan, tantangan terbesar ke depan adalah pembebasan lahan untuk Titik 11 dan 12 yang memiliki medan paling berat. Ia menargetkan proses pembebasan lahan dapat dimulai pada tahun 2026, sehingga konstruksi bisa berjalan pada akhir 2027 atau awal 2028.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Bali telah membebaskan 316 bidang tanah dengan nilai mencapai Rp193 miliar untuk mendukung pembangunan sejumlah titik shortcut.
Untuk menuntaskan seluruh ruas Singaraja–Mengwitani, masih diperlukan pembangunan lanjutan pada Titik 1–2, Paket 3 Titik 9–10, serta Titik 11–12 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp512 miliar.






















































