Trisno Nugroho : Transaksi Menggunakan Pembayaran Digital “QRIS” Semakin Meningkat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho

DENPASAR, BeritaDewata – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa sampai akhir bulan Mei 2020, telah disetujui sebanyak 36 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang dapat melaksanakan kegiatan pemrosesan transaksi melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Perluasan penggunaan QRIS juga senantiasa dilakukan di wilayah Bali, dimana pada akhir Mei 2020 telah mencapai 89,950 merchant atau meningkat sebesar 253% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2019 yang tercatat sebanyak 25.483 merchant,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara penutupan “Denpasar Innovation Day 2020” melalui virtual.

Trisno menjelaskan peningkatan ini diatas rata-rata peningkatan nasional sebesar 99%. Selain itu, selama pendemi Covid-19, yaitu sejak 6 Maret hingga 29 Mei, penambahan jumlah merchant QRIS di Bali tercatat sebanyak 24.002 merchant atau 26,7% dari total merchant yang ada.

“Kami yakin merchant yang akan bergabung akan terus meningkat dan siap untuk bertrasnformasi secara digital. Kami juga mengharapkan masyarakat semakin siap untuk bertransformasi dengan ikut serta menggunakan pembayaran digital seperti QRIS,” jelasnya.

Terkait kegiatan Denpasar Innovation Day 2020 Bank Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar karena telah diberikan kesempatan untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam penyelenggaraan Denpasar Innovation Day 2020 khususnya dalam memasifkan pemahaman serta penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui lomba video.

“QRIS sendiri adalah standarisasi QR Code Pembayaran yang merupakan inovasi kebijakan dalam sistem pembayaran berbasis digital menggunakan smartphone yang bersifat contactless. Adapun kebijakan ini salah satunya didorong oleh tingginya penetrasi penggunaan smartphone di Indonesia yang berdasarkan data dari We Are Social (2020) sudah mencapai 124% dari total populasi atau dalam kata lain bahkan terdapat orang Indonesia yang memiliki lebih dari satu smartphone,” ungkapnya.

“Selain itu, digitalisasi transaksi yang bersifat contactless ini kedepannya akan menjadi sebuah keharusan dan menjadi salah satu unsur yang penting dalam tata kehidupan baru (new normal) di mana faktor cleanliness, health dan safety menjadi suatu pertimbangan utama,” tutupnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here