TNI Perketat Pintu Masuk Bali Jelang Kedatangan Raja Arab

Beritadewata.com, Denpasar – Komandan Resor Militer 163 Wira Satya Denpasar Bali Kolonel Infantri I Nyoman Cantiasa menjelaskan, saat ini TNI sedang menggalang konsep Sekuriti Gotong Royong dalam menjaga Bali terutama menjelang kedatangan Raja Arab Salman bin Abdulaziz al Saud ke Bali awal Maret ini. Hal ini disampaikan Cantiasa di Makorem Wira Satya Bali, Selasa (28/2). Menurutnya, konsep sekuriti gotong royong yang dimaksud adalah seluruh aspek keamanan menjadi tanggungjawab bersama seluruh rakyat dan bukan hanya Polri dan TNI.

“Selama ini pengamanan terhadap Bali dianggap menjadi tanggungjawab TNI dan Polri. Ini harus berubah. Tanggung jawab keamanan Bali adalah tanggungjawan bersama seluruh rakyat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kimia Farma Buka 23 Gerai Baru Se-Indonesia dan Luncurkan Slogan "Ingat Sehat, Ingat Kimia Farma"

Menjelang kedatangan Raja Arab, bersama dengan seluruh kekuatan masyarakat di Bali, pihaknya sudah melakukan deteksi dini terhadap seluruh gangguan keamanan dan kenyamanan. “Kita sudah melakukan deteksi dini terhadap berbagai macam gangguan seperti teroris, bom, gerakan radikalisme, dan gangguan keamanan lainnya. Dan kita menjamin sampai saat ini Bali masih aman terkendali. Namun menjelang kedatangan Raja Arab itu, seluruh personil tetap waspada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Perhatian khusus menjelang kedatangan Raja Arab dilakukan beberapa hal. Pertaman, seluruh pintu masuh Bali saat ini diperketat, baik pintu masuk resmi maupun tidak resmi, terutama pelabuhan nelayan atau pelabuhan rakyat lainnya. “Seluruh loban sudah kita tutup ketat. Seluruh unsur dilibatkan. Itulah tujuan dari Sekuriti Gotong Royong. Salah satunya nelayan pun kita libatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Isolasi Mandiri Berisiko Tinggi, Positif Covid-19 Wajib Isolasi Terpusat

Kedua, pengamanan di kawasan Nusa Dua. Untuk kawasan Nusa Dua, pengamanan akan diperketat. Ring satu tetap Paspampres. Sementara selanjutnya akan dilibatkan TNI dan Polri. Raja Arab itu setingkat kepala negara. Jadi protapnya sudah ada. “Kami sudah menggelar Rakorpam, Rakorwil baik dengan pusat maupun di lokal Bali. Semua unsur terlibat. Kita tidak mau main-main dengan keamanan raja nanti,” ujarnya.

Sayangnya, hingga saat ini pihaknya belum mengantongi rute kunjungan wisata Raja Arab selama berada di Bali. “Kepada kami hanya diinformasikan bahwa beliau ke Bali untuk beristirahat. Sementara kemana saja akan berkunjung sampai sejauh ini belum ada jadwal pasti,” ujarnya. Itulah sebabnya pengamanan akan difokuskan ke kawasan Nusa Dua sebagai tempat tinggal raja selama 5 hari. Namun demikian, rombongan lainnya dipastikan akan beriwsata. Itu juga tetap menjadi perhatian TNI di Bali. Jangan sampai karena rajanya tidak jalan-jalan, pengamanan menjadi longgar. Itu tidak boleh terjadi.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here