Tidak Dilengkapi Sertifikat Karantina, Ribuan Burung di Tolak Masuk Bali

Petugas Karantina menunjukan jenis burung yang hendak di masukan ke Bali

Denpasar, BeritaDewata.com – Petugas karantina bekerjasama dengan petugas BKSDA dan TNI Angkatan Laut serta Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan ( KSKP ) Pelabuhan Padang Bai terhadap Ribuan burung dari Lombok hendak dimasukan ke Bali oleh seorang pria yang diketahui sebagai supir perantara. Sayangnya burung-burung ini tanpa dilengkapi sertifikat Karantina dari daerah asal sehingga petugas melakukan penahanan untuk dilanjutkan dengan penolakan ke Lombok.

“Ribuan burung ini jelas tidak bisa masuk ke Bali karena tidak ada sertifikat karantina dari daerah asal yang dipersyaratkan dan ini melanggar UU no 16 th 1992 dan PP 82 tahun 2000” ujar Penanggung Jawab Karantina Wilayah Kerja Padangbai, Drh. Nyoman Ludra saat memeriksa kondisi burung, Sabtu (16/03).

Ribuan burung yang berhasil diamankan oleh petugas balai karantina wilayah Padang Bai

Ditempat yang sama, petugas dari BKSDA menjelaskan bahwa burung-burung ini tidak bisa dilepas liarkan di Bali karena tidak sesuai dengan habitat aslinya. “ Hasil korrdinasi kami dengan petugas karantina, sebaiknya burung ini harus ditolak agar tetap hidup, disini bukan alamnya.” Jelasnya saat ikut memeriksa jenis-jenis burung yang tertahan. Pemilik burung saat ini masih dilakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan.

Ribuan burung ini terdiri dari 250 ekor jenis kecial, 250 ekor kepodang, 50 ekor opior, 50 ekor cendet, 750 ekor manyaran, 100 ekor kopi – kopi, 50 ekor anis macan yang dikemas dalam 109 box.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here