Terkait Akasaka ada di Tangan Bareskrim Mabes Polri

Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja

BeritaDewata.com, Denpasar – Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengungkapkan terkait di tangkapnya pemesan ekstasi ditempat hiburan Akasaka yang berlokasi di Simpang 6 Teuku Umar Denpasar, pihak Polda Bali masih menunggu dari hasil pemeriksaan Bareskrim Mabes Polri.

“Seluruh penanganan kasus Akasaka diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri. Polda Bali hanya melakukan interogasi awal setelah penggerebekan dan sebelum keempat orang yang diamankan dan barang bukti dibawa ke Jakarta. Terkait tempat hiburan malam Akasaka ada di tangan Bareskrim Mabes Polri.” Ungkapnya, di Denpasar, Selasa 6 Juni 2017.

Dijelaskan Hengky, tugas Polda saat ini adalah mengamankan tempat hiburan Akasaka untuk tetap dipasang garis police line, “Kapan Police Line di buka masih menunggu pemberitahuan dari Mabes Polri, sampai saat ini Akasaka masih di police line. Jadi untuk dibukanya tergantung dari bareskrim.” jelasnya.

Baca Juga :  Modus Pengedar Narkoba, Sembunyikan Sabu dalam Jilbab

Menurutnya, sampai saat ini belum ada rekomendasi dari pihak berwajib untuk mencabut ijin usaha tempat hiburan malam Akasaka. Hengky belum bisa memastikan untuk memberikan rekomendasi penutupan permanen tempat hiburan malam Akasaka karena penanganannya masih terlalu dini dan sedang berlangsung.

Sementara itu saat ditanya apakah ada keterlibatan anggota Polri dalam kasus ini, Hengky tidak menampiknya. “kami kurang tahu ya terkait masalah itu, kita lihat saja nanti kalau ada keterlibatan anggota Bareskrim Propam turun langsung atau Propam Polda dan akan ditindak lanjuti,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 19 ribu butir ekstasi disita dari tempat hiburan Akasaka yang berlokasi di Simpang 6 Teuku Umar Denpasar, Senin (5/6). Ada orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka antara lain pertama, Budi Liman (51) yang diamankan di Hotel Sanur Paradiso Bali.

Baca Juga :  73 Tahun Pancasila Sudah Menjadi Bintang Pemandu Bangsa Indonesia

Kedua, Dedi Setyawan (38) asal Jakarta dan ditangkap di Metro Puri Harapan Indah Jakarta. Ketiga, Iskandar (48) asal Padang, ditangkap di Hotel Sanur Paradiso. Keempat, Willy sebagai Manajer Marketing Akaksa Club.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here