SMAN 2 Denpasar Terpilih Mewakili Denpasar Diajang Indonesia Student Company Competition 2019 di Jakarta

SMAN 2 Denpasar Terpilih Mewakili Denpasar Diajang Indonesia Student Company Competition 2019 di Jakarta

DENPASAR, BeritaDewata – Regional Student Company Competition 2019 yang diselenggarakan oleh Citi Indonesia (Citibank) melalui payung seluruh kegiatan CSR-nya, Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) yang diadakan di Restoran Canangsari, Minggu (12/5) mengantarkan SMAN 2 Denpasar sebagai “The Best Student Company in Denpasar” mewakili Bali untuk bersaing dengan sekolah-sekolah dari regional lainnya dalam kompetisi bisnis tingkat nasional, Indonesia Student Company Competition 2019, yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Agustus mendatang.

Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. I.B. Sweta Manuaba, M.Pd mengatakan ajang Indonesia Student Company Competition 2019 sangat bagus karena kegiatan ini sangat penting bagi anak-anak untuk mengarahakan masa depan mereka dengan adanya kegiatan ini anak-anak mampu menunjukkan kreatifitasnya sendiri dan mampu berwirausaha.

Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. I.B. Sweta Manuaba, M.Pd

“Kami tidak menyangka bahwa anak-anak memiliki kamampuan yang mungkin kita anggap tidak mampu, ternyata mereka mampu menghasilkan produk yang luar biasa. Saya sangat gembira sekali, karena kita tahu sekolah yang lainya hebat-hebat. Kami sudah pasrah, soalnya lawan kita sekolah sekolah hebat-hebat. Ternyata sekolah kami mewakili Denpasar keajang Nasional. Setelah ini kami akan berkoordinasi dengan pembinanya apa-apa saja yang perlu kita siapkan keajang nasional nantinya,” ujar Sweta.

Regional Student Company Competition 2019 melibatkan 2 dewan Juri lokal yaitu Owner Mangsi Cafe, Windu Segara Senet dan Direktur Utama Kaori, Ni Kadek Winie Kaori.

Windu Segara Senet mengatakan selama 3 kali menjadi dewan juri di ajang Regional Student Company Competition 2019 selalu senang karena melihat bagaimana semangat anak-anak mau mengikuti acara ini dan pada prinsipnya bukan siapa yang menang siapa yang kalah tetapi keberanian mereka untuk tampil membawakan produk yang mereka imajinasikan kemudian mereka lakukan dan mereka presentasikan yang sebenarnya inilah pendidikan yang sebenarnya bagi sekolah pendidikan mental dan karakter bagi anak-anak.

” Menurut saya pendidikan sekolah saja tidak cukup untuk membuat satu generasi yang tangguh memang harus ada banyak acara-acara seperti ini yang sudah dijamin menang dan kalah kan cuma ada satu tim, tetapi yang dijamin dari kegiatan ini adalah mereka pulang sudah membawa bekal pengalaman untuk tampil tidak semua orang berani tampil sekarang dengan maraknya juga sosial media tampil jarak jauh tapi ini betul-betul tampil real tampil mereka jadi itu yang saya harapkan semakin banyak sekolah yang bisa ikut. Saat ini yang ikut kegiatan hanya di Denpasar aja tadi juga kami menyarankan untuk diperluas seluruh Bali siapa tahu sekolah yang luar Denpasar ada potensi yang muncul ,” ujar Windu.

Menurut Windu tantangan yang harus mereka hadapi adalah bagaimana membangun pasar baru diantara sekarang pasar sudah persaingannya sangat ketat misalnya kuliner ribuan clothing ribuan warung kopi ribuan semua sekarang sudah serba ketat jadi bagi pendatang baru mereka harus menyiapkan “sensasi dari bisnis mereka yang unik”.

Ditambahkan Windu tiap tahun hasil karya yang dihasilkan oleh tiap-tiap tahun berbeda. Contohnya tahun lalu peserta lebih mengemas produk dalam bentuk sovenir. untuk tahun ini produk yang mereka hasilkan lebih mengarah ke Life style dengan sentuhan teknologi.

Hal yang sama juga disampaikan Ni Kadek Winie Kaori, menurutnya perbedaan tiap tahun itu mereka lebih confiden dari cara presentasinya dari bahasanya dari kualitas produknya.

“Kenapa kita tahu karena ini setiap tahun kita melihat perkembangan dari peserta yang mengikuti yang menikuti ada 5 di Denpasar dipilih mereka bukan hanya menampilkan produk tapi marketing management nya pemilihan-pemilihan untuk orang-orang sdm-nya sampai mempromotkan layak atau tidaknya suatu usaha bisa menjadikan mencari investor yang sesuai. Disini kita lihat kreativitas bagaiman anak muda sudah mulai digali dari masa sekolah bukan menunggu dia tamat dulu tetapi pada saat melakukan waktu-waktu mereka di sekolah sudah diajarkan enterpreneurship dan jiwa-jiwa confident setelah dibangkitkan di sini untuk bisa tampil tidak menjiplak tetapi menemukan sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

Yang berbeda imbuh Winie, produk yang layak untuk diperjuangkan. ” ini lho hasil dari kreasi kreativitas dari produk lokal Bali yang layak untuk diperjuangkan di nasional dan tahun lalu ternyata menghasilkan pemenang dari Bali,” tutupnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here