Sinergi PMI & Masyarakat Siaga Darurat Gunung Agung

Pembangunan-Sarana-MCK-Tenganan-Pegringsingan

DENPASAR – Status aktivitas vulkanik Gunung sampai saat ini masih di level IV (Awas) yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak tanggal 22 September yang lalu. Palang Merah Indonesia (PMI) masih melaksanakan aktifitasnya untuk membantu masyarakat terdampak. Berbagai upaya dilakukan PMI Bali dan juga instansi lainnya untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang mengungsi di berbagai titik pengungsian yang tersebar pada seluruh Kabupaten/Kota di Bali.

Beberapa kegiatan yang dilakukan PMI antara lain Evakuasi masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB), dukungan pelaksanaan kegiatan dapur umum (DU), pendataan pengungsi dan lokasi pengungsian, penyediaan air bersih, pembangunan sarana MCK bagi masyarakat terdampak sampai dengan pelayanan dan promosi kesehatan serta dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak.

Seperti operasi PMI yang dilaksanakan pada titik pengungsian Banjar Tenganan Pegringsingan, dimana PMI juga melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes), Pelayanan Kesehatan (Yankes), Dukungan Psiko Sosial (PSP), sosialisasi siaga Gunung Agung sampai dengan dukungan Shelter terpadu melalui pembangunan 4 (empat) unit MCK di sekitar lokasi pengungsian.

Baca Juga :  Ny Putri Koster Ulas "Pemasaran Melalui Pasar Online Di Masa Pandemi Covid-19"

Dan salah satu tantangan yang ada dalam pelaksanaan kegiatan di Desa Tenganan Pegringsingan adalah dimana transportasi hanya sampai pada areal parkir, sedangkan untuk menuju lokasi pengungsian yang berjarak sekitar 300 m hanya bisa diakses melalui motor atau berjalan kaki.

Dan tantangan tersebut dapat segera teratasi dengan kiprah dan peran serta masyarakat Banjar Tenganan Pegringsingan dalam membantu para Sukarelawan PMI. Masyarakat sangat terbuka dan sangat membantu selama proses pelaksanaan operasi siaga darurat PMI di Tenganan Pegringsingan. PMI bersama masyarakat dan pengungsi yang ada bahu-membahu mulai dari membawa pasir, batako serta material lainnya.

Bahkan jika ada bantuan dari masyakat, mereka juga membantu mengankat bantuan yang ada untuk dibawa ke Posko Bantuan yang dikelola oleh aparat Banjar Tenganan Pegringsingan. Tentu ini menjadi sinergi yang sangat positif bagi PMI, masyarakat dan pengungsi di mana terdapat rasa memiliki yang terbingkai dalam rasa persaudaraan antar sesama manusia.

Baca Juga :  Bupati Klungkung Resmikan Rumah Data di Tiga Desa

“Masyarakat Banjar Tenganan Pegringsingan maupun pengungsi sangat antusias dalam memabntu pengangkutan material dari dropping area ke lokasi pembangunan MCK. Selain itu koordinasi oleh aparat adat Tenganan Pegringsingan sangat solid, dimana terdapat kontribusi bersama yang bukan hanya material, tapi juga kemitraan antara masyarakat Pegringsingan dan PMI,” kata Putu Suryawan seperti, Koordinator Sukarelawan PMI untuk wilayah Tenganan, melalui rirlis yang diterima redaksi Selasa, 17 Oktober 2017.

Dijelaskan, pada lokasi pengungsian Banjar Tenganan Pegringsingan terdapat sekitar 1200 jiwa masyarakat yang terpusat di Bali Banjar Tenganan Pegringsingan sebanyak 381 Jiwa sedangkan selebihnya mengungsi di rumah saudara maupun kerabatnya di wilayah tersebut.

Dalam kaitan Siaga Darurat Gunung Agung, PMI juga melaksanakan kegiatan serupa untuk masyarakat terdampak yang tersebar di Kabupaten/Kota di Bali, sesuai dengan kebutuhan dan berdasar hasil penilaian di lapangan. Dengan segala keterbatasannya, PMI se-Bali masih berkomitmen untuk memberikan dukungan pelayanan kepada masyarakat, memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. “Keberadaan PMI, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak pada umumnya dan para penngungsi pada khususnya.” Tututpnya.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here