Riset: UMKM dan Gig Worker Sumbang Rp889 Miliar Pada Perekonomian Kota Denpasar

Peluncuran Program #TerusUsaha untuk Digitalisasi UMKM Bali

DENPASAR, BeritaDewata – Senior Economist, Tenggara Strategics, Lionel Priyadi, M.A, mengungkapkan Pada hari ini, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics juga merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Provinsi Bali. Riset ini menemukan bahwa gig economy yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi kota Denpasar.

Mitra dan agen Grab yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mereka sebesar 17%.

“Peningkatan Pendapatan & Pemasukan Mitra Pengemudi, Merchant dan Agen Denpasar. Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Denpasar yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 35% menjadi Rp48,6 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen Denpasar meningkat 13% menjadi Rp12,8 juta per bulan sejak bergabung. Sebanyak 69% mitra merchant GrabFood Denpasar juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya” ujarnya.

Menurut Lionel peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike dengan peningkatan pendapatan hingga 112% menjadi Rp11,4 juta per bulan dan 107% menjadi Rp5 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 9% mitra pengemudi GrabCar dan 32% mitra pengemudi GrabBike di kota Denpasar baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

“Buka Akses Perbankan & Investasi Bagi Mitra Pengemudi Denpasar Lebih penting lagi, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 84% mitra pengemudi GrabBike dan 81% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp1 juta hingga Rp1,6 juta. 63% dari mitra pengemudi GrabBike dan 85% mitra pengemudi GrabCar juga mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab, karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru,” jelasnya.

Lionel menambahkan teknologi Membuka Kesempatan Usaha Mitra Merchant dan Agen di Denpasar. Riset tersebut menjelaskan 9% mitra merchant GrabFood di kota Denpasar terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 17% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya. Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. 23% mitra merchant GrabFood dan 4% agen GrabKios di kota Denpasar rata-rata menambah 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

“Saat Bali mulai beradaptasi untuk menyambut era new normal, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Indonesia dalam perjalanannya menuju pemulihan ekonomi. Kesiapan secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Pada akhirnya, meskipun masih ada banyak ketidakpastian ekonomi di waktu yang akan datang, kami percaya gig economy akan memainkan peran penting dalam membantu mempertahankan mata pencaharian.” imbuhnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana, S.sos Msi menyambut baik program #TerusUsaha yang diluncurkan Grab pada hari ini di Bali. “Saya percaya bahwa digitalisasi akan menyelamatkan mereka yang selalu ingin terus berusaha di tengah kondisi dunia yang seperti ini. Digitalisasi bukanlah hanya sebuah tren sesaat dan akan menghilang dalam beberapa waktu ke depan. Namun, platform digital merupakan masa depan dari sebuah kemajuan perekonomian. Pemerintah sangat berterima kasih kepada Grab yang sudah mendukung para UMKM untuk lebih maju dan berkembang dengan digitalisasi. Diharapkan dengan program ini akan ada banyak UMKM yang ikut ambil bagian dalam solusi yang diberikan oleh Grab.” ungkapnya.

Kisah UMKM Digital di Bali: Justru Membuka Lapangan Pekerjaan Baru di Tengah Pandemi . Restoran Ayam Geprek Bu Deasy milik David Gunawan (50 tahun) menjadi salah satu mitra favorit GrabKitchen di Renon, Bali. Digitalisasi membuat bisnisnya ini tetap bisa dijangkau dengan mudah oleh para pelanggan sehingga usahanya tetap berjalan lancar meskipun wabah COVID-19 menyerang.

“Sudah sejak lama saya menjadi mitra Grab, mulai dari menjadi mitra pengemudi GrabCar hingga kini bisa memiliki usaha dan langsung bergabung menjadi mitra merchant GrabFood dan GrabKitchen. Teknologi cloud kitchen dari GrabKitchen membuat saya merasa seperti memiliki outlet tambahan tanpa mengeluarkan investasi yang besar. Restoran saya kini bisa menambah dua karyawan baru sehingga total karyawan yang saya miliki sekarang berjumlah lima orang. Sejak pandemi, penjualan Ayam Geprek Bu Deasy di GrabKitchen Renon meningkat hingga dua kali lipat dibanding outlet utama yang mengalami penurunan omzet hingga 50%. Selain bisa mempertahankan omzet tetap berada di angka Rp100 juta dalam sebulan, usaha ini pun sedikit-banyak sudah mengubah hidup saya dan keluarga. Saya bisa mengumpulkan uang dan sekarang sudah bisa mencicil rumah.” ungkapnya.

Grab For Good: Komitmen Grab Bagi Bali dalam Menyongsong Tatanan Hidup Baru . Grab telah meluncurkan Laporan Dampak Sosial 2019/2020 Edisi Kedua yang difokuskan pada dampak COVID-19 terhadap komunitas dan cara Grab meresponsnya. Selama pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia, Grab telah menyambut lebih dari 150.000 UMKM dan Agen baru dalam platform Grab hingga bulan ini. Di Bali, Grab telah menghadirkan 3 layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi.

Layanan GrabMart dan GrabAssistant hadir untuk memberikan kesempatan pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di tengah pandemi. Grab juga menghadirkan layanan GrabProtect, armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan.

“Penanganan COVID-19 membutuhkan kolaborasi luar biasa dari segala lapisan masyarakat. Grab mengambil bagian dengan memanfaatkan teknologi dan jangkauan kami untuk menghadirkan protokol kesehatan yang baik, serta program digitalisasi UMKM sehingga bisa mendukung semua orang secara inklusif. Kami akan terus berupaya agar wirausahawan mikro atau bisnis sekecil apa pun mampu beradaptasi dalam era tatanan baru dan mempertahankan mata pencaharian mereka. Masa depan memang tak bisa diprediksi, tetapi masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mampu menghadapi tantangan dan terus bertahan. Sejalan dengan misi Grab For Good, kami berharap dapat membantu UMKM untuk bangkit bersama dan terus menyalakan semangat #TerusUsaha dalam diri mereka,” tutup Halim.

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here