Ratusan Pengikut HTI Terdeteksi ada di Bali

Sekretaris GP Ansor Cabang Denpasar Muhamad Rohimin

BeritaDewata.com, Denpasar – Sekretaris GP Ansor Cabang Denpasar Muhamad Rohimin mengaku jika saat ini sudah ada ratusan pengikut Hisbutahir Indonesia (HTI) yang bergerak di Bali. Ia mengaku, hasil penelusuran dari GP Anshor bersama Banser NU di Bali menunjukkan, jika saat ini ada ratusan pengikut HTI sudah berada di Bali dan siap melakukan berbagai gerakan yang sudah disiapkan.

“Kami selama ini bersama tim yang ada melakukan penyusupan, memantau, mengamati. Dan data intelijen kami di lapangan menunjukkan bahwa jumlah pengikut HTI di Bali sudah sangat banyak. Jumlag ratusan dan menyebar hampir di seluruh wilayah Bali,” ujarnya di Denpasar, Senin (08/05/2017).

Menurutnya, gerakan Khilafah sudah bukan wacana lagi, tetapi sudah nyata. Untuk itu perlawanan bukan hanya wacana lagi, tetapi harus dilawan dengan aksi nyata. Untuk di Bali yang kecil, jumlah ratusan itu bukan jumlah yang sedikit. “Bibit itu sudah ada. Dan kita tidak boleh menunggu mereka besar. Sebab kalau tidak, perlawanan akan sangat susah. Sudah banyak contoh di beberapa negara di Timur Tengah, terjadi perang saudara, konflik berkepanjagan dan seterunya. Apakah kita mau Indonesia seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Iham Bintang : Wartawan Harus Jaga Jarak dalam Kontestasi Pilkada

Ia menjelaskan, secara konsep teologi agama Islam, Khilafah itu bukanlah sesuatu yang salah. Yang salah adalah ketika pengikut HTI menerjemahkan secara lurus-lurus konsep tersebut. “Misalnya, kalau seseorang mencuri maka dia harus potong tangannya, kalau seseorang berzinah maka harus dicambuk. Kekerasan harus dilawan dengan kekerasan, dan seterusnya. Kalau HTI berkembang di Indonesia maka dasar negara ini harus syariat Islam bukan Pancasila,” ujarnya.

Konsep Khilafah tidak bisa diterjemahkan secara lurus di Indonesia. Indonesia sudah memilik dasarnya sendiri yakni Pancasila. Konsep Khilafah dalam kontek zaman Rasul dan Nabi tidak sama dengan konsep saat ini. Indonesia dengan kebinekaannya, dengan keberagamnya, dengan Pancasila sebagai dasar negara sidah final dan tidak bisa diutaki-atik lagi. Bila konsep itu diterapkan di Indonesia maka yang terjadi adalah kekacauan dan keruntuhan negara ini.

Baca Juga :  TKI Kapal Pesiar Bali Protes Pemberlakukan KTKLN

“Ini bukan wacana lagi, tetapi sudah ada gerakan terselubung yang membawa kepada kehancuran Indonesia sebagai negara yang bhineka, yang beragam. Kita sudah komitmen adalah dasar negara adalah Pancasila, dan tidak ada dasar negara lain. Ini penting. Kalau diganti dengan dasar lainnya, maka hancurlah Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, hasil penelusuran Anshor Bali yang menyebutkan bahwa jumlah pengikut HTI di Bali sudah ratusan bukan tanpa alasan. Beberapa hari lalu Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose sudah mensinyalir bahwa HTI terpantau di dua lokasi yakni Buleleng dan satunya lagi tidak disebutkan namanya.

Sementara dari GP Anshor Bali ingin mendeteksi bahwa jumlahnya ada ratusan. Itu bukan berarti hanya ada di dua lokasi yang berpengaruh, tetapi lokasi lainnya tetap menjadi pantauan Anshor Bali. “Makanya kami meminta masyarakat lokal untuk ikut membantu membasmi para anggota HTI. Jangan sampai warga lokal nelindungi HTI dan akhirnya negara ini hancur,” ujarnya. (Exxel/Rizki)

Sebarkan Berita ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here